oleh

Selasa Malam Terjadi Lagi Hujan Abu di Kabupaten Magelang

MAGELANG – Hujan abu kembali mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Magelang setelah terjadi awan panas guguran Gunung Merapi pada 10 Agustus pukul 20.27.

Awan panas dengan  amplitudo 55 mm, durasi 157 detik dan jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya.

Informasi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang kepada Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, hujan abu tipis terjadi di 5 kecamatan.

BACA JUGA: 41 Persen Warga Kota Yogyakarta Telah Divaksin

Yakni, Desa Paten dan Desa Sengi (Kecamatan Dukun), Desa Ketep dan Desa Wonolelo (Kecamatan Sawangan), Desa Pakis (Kecamatan Pakis), Desa Kebongagung (Kecamatan Tegalrejo), dan Desa Karangkajen (Kecamatan Secang)

Laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 10 Agustus pukul 18.00 – 24.00, teramati 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 2500 meter ke barat daya.

Juga terjadi 3 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 800 ke barat daya.


Data  Kegempaan

  • Awan Panas Guguran

(Jumlah : 1, Amplitudo : 55 mm, Durasi : 157.7 detik)

  • Guguran

(Jumlah : 91, Amplitudo : 4-50 mm, Durasi : 24-141 detik)

  • Hembusan

(Jumlah : 2, Amplitudo : 4-5 mm, Durasi : 13.7-16.8 detik)

  • Hybrid/Fase Banyak

(Jumlah : 22, Amplitudo : 3-15 mm, S-P : 0.3-0.8 detik, Durasi : 5.6-8 detik)

  • Vulkanik Dangkal

(Jumlah : 4, Amplitudo : 29-75 mm, Durasi : 8.8-11 detik)

  • Tektonik Jauh

(Jumlah : 6, Amplitudo : 3-7 mm, S-P : 18.8-19.68 detik, Durasi : 50-93.9 detik)


Terhitung sejak 5 November 2020 sampai hari ini, BPPTKG menyatakan status Gunung Merapi pada Level III (siaga). (aza/asa)