oleh

Seni Merangkai Bunga Anggrek dari Universitas Lampung

LAMPUNG – Bunga anggrek tetap saja mempesona. Tak berlebihan dikatakan, inilah bunga klasik yang memiliki banyak penggemar.

Pada acara Hari Kelahiran Universitas  Lampung ke-56, Fakultas Biologi menyelenggarakan lomba merangkai bunga anggrek.

“Lomba ini hanya untuk kalangan internal,” kata Ketua Program Studi Magister Biologi Unila,  Dr Nuning Nurcahyani MSc.

Anggrek dirangkai menjadi karangan bunga. Setiap peserta dibebaskan berkreasi. Hanya pada lomba kali ini, bunga Anggrek Bulan yang mendominasi.

Nuning,  alumnus Jurusan Environmental Biology di Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta tahun 1984 ini mengatakan bunga anggrek adalah tanaman hias bernama latin Orchidaceae.

BACA JUGA: Takut Disuntik? Cobalah Atasi dengan Cara Ini

MERANGKAI ANGGREK: Seni merawat bunga. (nuning nurcahyani)

Bunga yang memiliki jenis paling banyak. Semua jenis tumbuh di daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar.

Ciri utama bunga anggrek adalah bunga berbentuk simetri bilateral. Bunga tersusun majemuk.

Wanita kelahiran  Magetan lulusan S2 Jurusan Developmental Biology di Biological Sciences-Mississippi State University USA  tahun 1999 ini mengatakan, anggrek adalah bunga klasik.

Bunga sepanjang masa yang tetap cantik. Ada puluhan jenis anggrek yang tersebar di berbagai belahan dunia. Termasuk di Indonesia.

Antara lain  jenis Bulan, Cattleya,  Tebu, Selop, Hitam, Oncidium, Monyet, Violet, Serat dan Bibir Berbulu. Bunga anggrek memiliki kekhasan.

Kelopak bunga terlihat indah. Tak jemu dipandang.  Salah satu jenis anggrek yang paling populer di Indonesia adalah Anggrek Bulan.

Pada lomba merangkai bunga di Fakultas Biologi UNILA kali ini diikuti 18 peserta. Budget biaya untuk merangkai bunga dibatasi maksimal Rp 200 ribu.

Kriteria penilaian antara lain komposisi warna bunga, bentuk dan kombinasi bunga yang digunakan. (nik/asa)