Saat Bapak Menggertak Banpol yang Gaspol I oleh: Drs Sahari

PASKA pensiun dari ABRI /TNI, bapak bekerja di montir. Melanjutkan pekerjaan lama saat masih bertugas di Denpal.
Yang diurusi soal perlengkapan dan perbengkelan. Pada cerita ini, pesan pentingnya adalah bapak berangkat dan pulang dengan bersepeda lewat jalan besar dengan jalur bebas.
Suatu hari, bapak berangkat dari utara Kantor Pos Bantul jurusan Klodran Bantul, lalu lurus ke utara lewat pasar. Ini jalur tak biasa. Karena bapak tak pernah melewati rute ini.
Sampai utara Jamu Murni, selatan SMP Nasional, bapak diberhentikan Banpol. Banpol adalah Badan Pembantu Tugas Polisi.
BACA JUGA: DIY Memiliki Potensi Anak Muda, Harus Direspon dengan Kearifan Lokal
“Turun pak, turun!” perintah pak Banpol.
Bapak mengikuti keinginan Banpol. Setelah turun dari sepeda, petugas Banpol langsung menyambut dengan pertanyaan.
“Bapak enggak tahu ya, ini satu jurusan,” kata petugas itu dengan suara sedikit membentak.
“Saya tidak tahu. Saya minta maaf, nak,” jawab bapak.
“Kan ada tandanya di sana? Baca Pak!” seru pak Banpol.
“Ya, nak. Minta maaf. Saya salah dan terlanjur. Besok tidak saya ulang,” ujar bapak dengan rasa menyesal.
BACA JUGA: Ajak PKK, Walikota Targetkan 7 Oktober Tuntas Vaksin
Petugas Banpol masih ngedumel dan gemremeng. Meski pendengaran tak lagi sempurna, bapak menangkap sederet kalimat yang dilontarkan Banpol.
Salah satu kalimat yang membuat tak nyaman bapak ketika Banpol berkata: orang tua nggak mengerti aturan.
Di sini, harga diri bapak sebagai orang lebih tua dan rasa purnawirawannya tersinggung. Jiwa dan emosinya sebagai tentara bangkit.
Kemudian bapak mendekati petugas Banpol.
“Hei, anak muda. Kamu belum seberapa bakti kepada negara. Seragammu belum pernah terciprat darah. Kamu belum pernah memanggul senjata. Kamu belum pernah perang bertaruh nyawa bela pertahankan kemerdekaan,” ujar bapak.
“Kamu belum pernah masuk hutan kelaparan. Berani tak sopan membentak tentara Angkatan 45,” lanjutnya.
BACA JUGA: Mural Itu Ekspresi, Doktor UGM Ini Minta Pemerintah Tidak Alergi Kritik
Banpol yang masih muda itu diam seribu bahasa. Beruntung ada orang lain datang meredakan.
“Sudahlah pak. Sudah,” kata orang itu memubujuk bapak yang terlihat masih emosional.
Kemudian, orang itu menoleh ke arah petugas.
“Pak Banpol hati-hati memberi tahu orang yang lebih tua. Yang sopan,” katanya dengan nada agak tinggi.
Bapak pun berhenti. Diam tak berkata-kata lagi. Sembari belok arah selatan, lalu ke timur ke arah Bantul Warung. Selanjutnya ke jurusan Klodran dari timur lalu ke utara, ke tempat kerja.
BACA JUGA: GKR Mangkubumi: Pengembangan Pariwisata Jangan Gerus Warisan Budaya
Bapak pernah menjadi bagian di sana. Meski kecil, di tempat rendah lagi, inshaallah pernah berbuat bagi bangsa.
Allahu yarham Almarhum Bapak Amat Ismail, semoga Allah menerima amal baikmu, diampuni dosa-dosanya, mulia di sisiNya. Aamiin
Kami akan melanjutkan jejak baktimu kepada nusa dan bangsa. Selamat HUT ke- 75 TNI. Dirgahayu TNI. Jayalah selalu. (*)
- Penulis adalah pegiat sastra yang tinggal di Kabupaten Bantul
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan, Ini Pertimbangannya
- 30 September 2026 12:45 WIB
Keputusan mempertahankan TBP mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga simpanan rupiah dan valas di perbankan yang terbatas.
Cintya Dilantik jadi Anggota DPRD DIY, Gantikan Almarhum Koeswanto
- 21 September 2026 21:06 WIB
Berharap Cintya menjalankan amanah dengan penuh integritas dan tanggung jawab demi kepentingan masyarakat DIY.
Besok, Setu Sinau ing Malioboro
- 9 Oktober 2026 13:38 WIB
Acara ini digelar Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 07.00– 09.00 di Pedestrian Malioboro, depan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Danais Support Pengembangan IoT di Pleret, Ajak Anak Muda jadi Petani Milenial
- 24 September 2026 18:36 WIB
Teknologi Internet of Things (IoT) diterapkan di lahan hortikultura dengan komoditas bawang merah, pare dan cabai.
RKB Gelar Festival Puisi, Disiapkan Total Hadiah Rp 22 Juta
- 18 Agustus 2026 11:10 WIB
Diharapkan unsur-unsur teaterikal dan stage performance dapat digali lebih jauh para peserta dalam memanggungkan puisi, memperkuat pesan kandungan melalui medium yang lebih luas.
CIMB Niaga Bantu Anak Muda Kelola Keuangan, Adopsi OCTO Terus Menunjukkan Tren Positif
- 12 Oktober 2026 22:31 WIB
Peluncuran OCTO untuk Pejuang Mimpi merupakan bagian komitmen berkelanjutan CIMB Niaga melalui Kejar Mimpi.
Percasi Kota Yogyakarta Siap Berlaga di Kejurnas Catur 2026, Urusan Akomodasi jadi Kendala
- 1 Oktober 2026 21:34 WIB
Kontingen dari Kota Yogyakarta dapat kuota tujuh orang. Tetapi yang diberangkatkan lewat pengda hanya dua orang. Ini yang perlu dicari jalan keluarnya
Spill Seni dan Pariwisata, Joko Mursito Dapat Predikat Doktor “Terbaik”
- 24 Agustus 2026 10:10 WIB
kebijakan publik yang dilandasi riset pendidikan akan melahirkan program yang implementatif bagi pembangunan daerah.

Saat ini belum ada komentar