oleh

Pesilat Tapak Suci Muhammadiyah Sukses Berlaga di PON XX

PAPUA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua  akan ditutup tanggal 15 Oktober. Namun, event ini memberi kesan mendalam bagi Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Drs M Afnan Hadikusumo.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT. Dan tentu saja, saya sangat bahagia. Terimakasih kepada semua pihak yang telah mengharumkan nama Tapak Suci,” kata Afnan dengan nada tersendat.

Seperti diketahui, pada event PON XX di Papua,  perguruan seni beladiri Tapak Suci telah mewakafkan atlet terbaik untuk membela masing-masing daerah di Indonesia.

Tapak Suci  menyumbangkan 4 medali emas, 3 perak, dan 12 perunggu. Mereka yang membawa pulang emas adalah  Iqbal Candra (Kalimantan Timur),  Winda Novi Yalni (Sumatera Barat),  Fransiska Sandra (Sumatera Selatan), dan  Suhardin Ifu (Papua).

BACA JUGA: Dulu Tebar Bau Tak Sedap, Kini jadi Tempat Idola Wisatawan Domestik

Medali perak dikalungkan kepada  Misran (Aceh),  Firdhana Wahyu (DIY), dan  Devi Sutanti (Papua).

Sedangkan atlet yang mendapatkan medali perunggu adalah M Tri Bintang (Sumetera Barat),  M Zaki Zikrillah (NTT),  Riduan Hakim (Kalimantan Timur), Sapto Purnomo (Jawa Tengah).

M Juan Devaiansyah (Sumatera Selatan),  Annas Rais (Jawa Tengah),  Eko Febrianto (Jawa Timur),  Dinda Nuraidha (Kalimantan Timur),  Nadia Haq Umami (Jawa Tengah),  Dela Kusumawati (Jawa Tengah),  Ria Sasyriani (Sulawesi Selatan), dan  Nia Larasati (Sumatera Selatan).

“Bagi saya, kisah sukses ini tidak lepas dari peran dan kerjasama yang baik antara pelatih, official serta para pesilat,” ujar Afnan yang juga anggota DPD RI Daerah Pemilihan DIY.

Kata Afnan, keberhasilan pesilat Tapak Suci berlaga di PON XX tidak terlepas dari roadmap yang disusun Pimpinan Pusat Tapak Suci.

BACA JUGA: Mau Bangun Daerah? Masyarakat, Dewan dan Eksekutif Harus Kompak I oleh: Azam Sauki Adham

Yakni, melalui pelatihan pelatih di wilayah Barat, Tengah, dan Timur. Lalu, peran pada kejuaraan nasional, kejuaraan dunia, pelatihan wasit dan juri.

“Satu lagi, rencana pembangunan padepokan untuk pelatihan atlit. Ini juga menyumbang suksesnya atlet Tapak Suci. Saya berharap pesilat Tapak Suci  ke depan semakin baik dan terus  berprestasi,” katanya.

Namun, Afnan mengungkapkan kejuaraan bukan tujuan akhir. Tujuan utama adalah membentuk individu yang sehat, berkarakter serta berkepribadian utuh. (aza/asa)