Inspiratif, Warga Gemblakan Atas Olah Sisa Sayur dan Buah jadi Sabun Mandi
- 16 Juni 2022 11:20 WIB
- Cetak

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Warga Kemantren Danurejan mengembangkan pengelolaan sampah menggunakan metode eco enzyme.
Eco enzyme adalah cairan alami hasil fermentasi sisa buah, sayur, air dan gula. Tentu saja, sisa buah dan sayur yang masih segar, tidak busuk dan tidak ada binatang.
“Proses fermentasi dilakukan selama tiga bulan,” kata Relawan Sri Martini di Rumah Eco Enzyme Kampung Gemblakan Atas.
Sedangkan sampah organik yang tidak lolos diolah melalui cara Lodong Sisa Dapur (Losida).
Losida adalah model pengolahan sampah menggunakan pipa yang ditanam dalam tanah, memanfaatkan sampah organik.
Kata Sri, hasil pengolahan sampah eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Juga bisa menjernihkan kolam.
BACA JUGA:
- Gelar Pelayanan Keluarga Berencana, Salah Satu Targetnya Diikuti 216 Akseptor Pengguna Kondom
- Ini Dia Pengusaha Tempe dari Warungboto, Sehari Habis 150 Kilogram Kedelai
- Sultan HB X: DIY Tidak Perlu Perusahaan Besar yang Rusak Lingkungan
Bahkan, bisa sebagai bahan pembuatan sabun mandi, sabun cuci piring, deterjen, hingga hand sanitizer.
“Produk turunan dari eco enzyme inilah yang boleh diperjual belikan dan dikembangkan,” ujarnya.
Sejak berdiri tahun 2021, Rumah Eco Enzyme Kampung Gemblakan Atas menghasilkan cairan eco enzyme sekitar 15-30 liter per bulan.
Hanya produk turunan cairan eco enzyme belum bisa diproduksi secara maksimal. Pasalnya cairan murni sudah habis dimanfaatkan penduduk.
Cairan murni ini dapat digunakan sebagai pupuk organik tanaman, membersihkan kompor dan areal dapur, hingga membersihkan kloset dan kamar mandi.
“Kami berkomitmen tidak menjual cairan murni. Hanya digunakan untuk kepentingan sosial. Dibagikan bagi warga kampung yang membutuhkan,” ujarnya.
(aza/asa)
Komentar (0)
BERITA REKOMENDASI
Setahun Tercatat 1.000 Kasus TB di Kota Yogyakarta, Serang Saat Daya Tahan Tubuh Lemah
- 20 Agustus 2026 06:29 WIB
ACF adalah penemuan kasus tuberculosis yang tidak terdeteksi melalui kegiatan pro-aktif mencari orang berisiko, bergejala dan melakukan deteksi dini.
Hongqi House Mampang jadi Pintu Rumah Pertama di Indonesia
- 26 September 2026 07:03 WIB
Hongqi memastikan pengalaman Neo-Chinese Luxury tidak hanya hadir melalui E-HS9, tetapi juga melalui cara pelanggan dilayani.
Budi Waljiman Sebut Keistimewaan Yogyakarta jadi Modal Penting Perkuat Pembangunan Daerah
- 19 Agustus 2026 19:20 WIB
Keistimewaan Yogyakarta tidak hanya berkaitan tata kelola pemerintahan, tetapi juga tercermin dalam nilai budaya, gotong royong, dan keteladanan yang diwariskan para pahlawan.
Motorola Hadirkan Program “Click n’ Pick Up” di Parade Festival Belanja Erafone 2026
- 26 September 2026 07:18 WIB
Pada Parade Festival Belanja Erafone 2026, Motorola menghadirkan berbagai pilihan smartphone.
Payung Wisata Yogyakarta Wacanakan Berdirinya Akademi Pengemudi di DIY
- 1 Agustus 2026 21:28 WIB
Harapannya, keberadaaan driver yang telah mengikuti sertifikasi membuat para wisatawan yang liburan ke DIY semakin nyaman.
YK Festisale Digelar Selama Sebulan, 57 Hotel Beri Diskon Hingga 55 Persen
- 30 September 2026 23:13 WIB
Penyelenggaraan YK Festisale untuk mendorong promosi, transaksi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ngulik Sejarah Kasultanan Yogyakarta, Sultan HB X Sambangi Petilasan Pangeran Mangkubumi di Sragen
- 10 Juli 2026 09:04 WIB
Pangeran Mangkubumi diangkat menjadi raja pertama Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sampeyan Dalem Sinuwun Kanjeng Susuhunan Senapati ing Ngalaga Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah.
Baca Naskah Pancasila di Gedung Agung, Budi Waljiman Mengaku Merinding
- 18 Agustus 2026 16:17 WIB
Nilai-nilai Pancasila, gotong royong, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Saat ini belum ada komentar