Tutup
Profil

Pecah Rekor, Prama jadi Guru Besar Termuda di UGM, Berapa Usianya?

413
×

Pecah Rekor, Prama jadi Guru Besar Termuda di UGM, Berapa Usianya?

Sebarkan artikel ini
TERMUDA: Prof Dr Pramaditya Wicaksono SSi MSc menjadi profesor termuda. (humas ugm)

ZonaJogja.Com – UGM memiliki guru besar termuda. Usianya hampir 36 tahun. Ia kelahiran Semarang, 6 Juli 1987.

Namanya Prof  Dr  Pramaditya Wicaksono SSi MSc. Prama, begitu sering disapa, menjadi guru besar bidang Penginderaan Jauh Biodiversitas Pesisir di Fakultas Geografi UGM 1 Juni 2023.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Prama sekaligus memecahkan rekor guru besar termuka yang sebelumnya disandang Prof  apt  Agung Endro Nugroho MSi PhD pada usia 36 tahun 9 bulan.

Rencananya, Prama akan menyampaikan pidato pengukuhan guru besar pada Maret 2024.

“Saya menyangka menjadi guru besar termuda di UGM,” kata Prama yang  menargetkan menjadi guru besar usia 40 tahun.

BERITA LAIN: Purbayan Berpredikat Desa Berkembang Terbaik ke-2, Kerjasama dengan Agen Dimaksimalkan

Ia produktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Setiap tahun menerbitkan rata-rata 5 publikasi ilmiah.

Ia juga menyimpan 76 tulisan yang diterbitkan dalam prosiding, book chapter, buletin dan media massa.

Bagi Prama, menjadi guru besar bukan akhir perjalanan karir akademis. Melainkan awal mengembangkan keilmuan.

“Guru besar  adalah lokomotif mengembangkan ilmu di institusi,” kata Prama yang saat ini menjabat ketua Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, Departemen Sains Informasi Geografi di Fakultas Geografi UGM.

Prama lulus program studi Kartografi dan Penginderaan di Fakultas Geografi UGM  tahun 2008 dengan total masa studi 3 tahun 11 bulan.

BERITA LAIN: Ini Ganjaran Orang Bertakwa, Salah Satunya Dapat Rejeki Tak Disangka-Sangka

Kecepatan menyelesaikan kuliah bukan berarti Prama menghabiskan waktu di kamar. Ia juga mneyempatkan diri berkumpul dengan teman, mengikuti unit kegiatan mahasiswa, hingga bermain musik di studio.

Melanjutkan S2 di program studi Geografi dengan minat MPPDAS di Fakultas Geografi UGM pada tahun 2008 dengan Beasiswa Unggulan Dikti.

Setelah lulus S2 mendapatkan tawaran beasiswa doktoral dari program Centers for Natural Resources and Development (CNRD) melalui pendanaan dari DAAD Jerman.

Sejak menempuh pendidikan doktoral, Parma banyak meneliti  pengembangan metode penginderaan jauh untuk pemetaan padang lamun sebagai penyerap karbon. (*/ika)