Tutup
Nasional

LPS Investigasi Penyebab BPR KRI Bangkrut, Bayar Penjaminan Tahap III Rp 280 Miliar

218
×

LPS Investigasi Penyebab BPR KRI Bangkrut, Bayar Penjaminan Tahap III Rp 280 Miliar

Sebarkan artikel ini
DIAMANKAN: Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa di depan branks BPR KRI. (humas lps)

ZonaJogja.Com – Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) akan melakukan investigasi penyebab bangkrutnya Perusahaan Umum Daerah Bank Perekonomian Rakyat Karya Remaja Indramayu (Perumda BPR KRI).

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penyebab kebangkrutan Perumda BPR KRI  bukan karena kondisi perekonomian nasional.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Tetapi, faktor permasalahan dalam tata kelola bisnis bank. LPS lantas melakukan investigasi.

Nantinya, bila ditemukan ada pihak-pihak yang  sengaja membuat bank menjadi bangkrut,  LPS akan menindaklanjuti ke jalur hukum.

BERITA LAIN: Loman Park Hotel Yogyakarta, Sensasi Nuansa Klasik dengan Fasilitas Modern

Manajemen, pemilik saham BPR, atau siapa saja yang  melakukan tindak kejahatan perbankan akan dikejar.

Seperti diberitakan, OJK mencabut izin usaha Perumda BPR KRI  tanggal 12 September 2023.

LPS lantas melakukan pembayaran penjaminan simpanan kepada para nasabah.

Pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah Perumda BPR KRI  telah dilakukan tiga tahap.

BERITA LAIN: MPP Kota Yogyakarta Layani Perpanjangan STNK Tahunan, Paling Lama 10 Menit

Total dana yang telah dibayarkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sekitar Rp 280 miliar.

Penerima penjaminanan ini sebanyak 25 ribu nasabah.

“Bagi nasabah yang belum masuk dalam pembayaran tahap I hingga III, tetap tenang. Tidak perlu khawatir.  Kami sedang menyiapkan pembayaran klaim penjaminan simpanan berikutnya,” kata  Purbaya.

Sekadar diketahui, BPR KRI memiliki aset senilai Rp 270,98 miliar.

Dana pihak ketiga Rp 337,17 miliar dengan jumlah rekening 34.386 rekening, dan jaringan sebanyak 21 kantor. (*)