Tutup
Kesehatan

Wolbachia Bisa Menginfeksi Manusia? Ini Penjelasan Peneliti UGM

341
×

Wolbachia Bisa Menginfeksi Manusia? Ini Penjelasan Peneliti UGM

Sebarkan artikel ini
ATASI DEMAM BERDARAH: dr Riris Andono Ahmad MPH PhD menandaskan pelepasaan telur wolbachia sebenarnya berpotensi menekan penularan virus dengue. (sehatnegeriku.kemkes.go.id)

ZonaJogja.Com – Ini pandangan dosen UGM tentang rencana penyebaran telur nyamuk wolbachia di Bali.

Peneliti Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada, dr Riris Andono Ahmad MPH PhD menandaskan pelepasaan telur wolbachia sebenarnya berpotensi menekan penularan virus dengue.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Melepaskan nyamuk ber-wolbachia jantan dan betina dalam waktu sekitar 6 bulan agar  populasi nyamuk  memiliki Wolbachia.  Nantinya dapat menurunkan penularan virus dengue,” terang Riris yang juga anggota peneliti World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta.

Saat nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan nyamuk betina tanpa wolbachia, telurnya tidak akan menetas.

BERITA LAIN:

Namun bila nyamuk betina ber-wolbachia kawin dengan jantan tidak ber-wolbachia, seluruh telurnya akan menetas.

Bila nyamuk betina ber-wolbachia kawin dengan nyamuk jantan ber-wolbachia, semua menetas dan mengandung wolbachia.

Betulkah wolbachia bisa menginfeksi ke tubuh manusia? Riris mengatakan wolbachia tidak menginfeksi manusia.

Tidak terjadi transmisi horizontal terhadap spesies lain. Bahkan, wolbachia tidak mencemari lingkungan biotik dan abiotik.

BERITA LAIN:

Kata Riris, penelitian teknologi wolbachia sudah dilakukan di Yogyakarta sejak 2011.

Dimulai penelitian fase kelayakan dan keamanan (2011-2012), fase pelepasan skala terbatas (2013-2015), fase pelepasan skala luas (2016-2020), dan fase implementasi (2021-2022).

Sedangkan  studi pertama Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue (AWED) dilakukan di Yogyakarta dengan desain Cluster Randomized Controlled Trial (CRCT).

Hasil studi AWED menyebutkan, nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia mampu menurunkan kasus dengue sebesar 77,1 persen.

Juga menurunkan rawat inap karena demam berdarah sebesar 86 persen.

Saat ini, Kementerian Kesehatan sedang menyusun strategi nasional penanggulangan dengue.

Dan, teknologi wolbachia merupakan bagian dari inovasi program pengendalian dengue.

“Kementerian Kesehatan selanjutnya merencanakan implementasi secara bertahap,” ujarnya. (*)