Tutup
Nasional

Diduga Aniaya Relawan Ganjar-Mahfud, Prajurit TNI Diperiksa Denpom Surakarta

174
×

Diduga Aniaya Relawan Ganjar-Mahfud, Prajurit TNI Diperiksa Denpom Surakarta

Sebarkan artikel ini
TKP: Terjadi di Jalan Kemerdekaan Boyolali. (screenshot/ @akitulalit )

ZonaJogja.Com – Sejumlah oknum aparat TNI diduga menganiaya relawan Ganjar Pranowo – Mahfud MD.

Peristiwa bermula saat relawan mengendarai sepeda motor melewati depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh usai mengikuti kampanye  di Boyolali (30/12/2023).

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Di tempat ini, di Jalan Kemerdekaan Boyolali, sejumlah oknum TNI  melakukan pemukulan terhadap relawan Ganjar-Mahfud.

“Mohon segera atensi dan klarifikasinya,” kata akun @yusuf_dumdum dalam cuitan di Twitter.

BERITA LAIN:

Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen), Brigjen TNI Nugraha Gumilar mengatakan oknum TNI yang terlibat dalam penganiyaan sedang diperiksa di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta.

Terpisah, Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison membenarkan kejadian itu.

“Informasi sementara, peristiwa pengeroyokan terjadi karena kesalahpahaman,” terang Richard Harison, Sabtu (30/12/2023) malam.

Kejadian bermula saat sejumlah prajurit Kompi B  bermain bola voli   mendengar suara  knalpot  blombongan sekitar pukul 11.15.

BERITA LAIN:

Lalu, sejumlah anggota TNI keluar gerbang. Saat bersamaan, terlihat  pengendara melintas sembari memainkan gas mesin sepeda motor dengan knalpot blombongan.

Para relawan dihentikan. Awalnya, anggota TNI hanya menegur agar pengendara tidak memainkan gas mesin.

Tiba-tiba terjadi adu mulut diikuti pemukulan. Pasca kejadian, Polisi Militer Denpom IV/4 Surakarta akan memeriksa  anggota TNI AD yang melakukan penganiayaan.

Kata Richard, TNI akan koordinasi dengan  pihak terkait untuk membantu pengobatan terhadap para relawan Ganjar-Mahfud yang  dirawat di rumah sakit.

BERITA LAIN:

Di Jakarta, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto  menyampaikan duka cita  mendalam atas kejadian yang menimpa relawan Ganjar-Mahfud.

Hasto meminta kasus tersebut diusut tuntas. Dia juga meminta oknum aparat TNI yang diduga terlibat dalam pengeroyokan diproses.

“Kami minta  aparat penegak hukum tidak tebang pilih.  Pemilu  harus damai, pemilu harus berjalan dengan aman,” katanya. (*)