Tutup
Kronika

Gerakan Tani Nelayan DIY Dukung Prabowo-Gibran, Programnya Realistis

215
×

Gerakan Tani Nelayan DIY Dukung Prabowo-Gibran, Programnya Realistis

Sebarkan artikel ini
PILIH PRABOWO-GIBRAN: Gerakan Tani Nelayan (GTN) DIY saat deklarasi di Omah Srawung Budi Waljiman, 15 Januari 2024. (ist)

ZonaJogja.Com – Dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka di Yogyakarta bertambah lagi.

Kali ini, dukungan kepada Prabowo-Gibran datang dari Gerakan Tani Nelayan (GTN) DIY.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Mereka mendeklarasikan dukungan tersebut di Omah Srawung Budi Waljiman, Nitikan, Yogyakarta, 15 Januari 2024.

Acara ini dihadiri Ketua GTN DIY, Oni Wantara. Didampingi  puluhan petani dan nelayan dari Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo dan Gunungkidul.

Oni Wantara dalam orasinya menyatakan GTN memutuskan memilih calon presiden dan wakil presiden yang telah berkarya, dan memiliki program konkrit untuk petani dan nelayan.

BERITA LAIN:

“Sosok itu adalah Pak Prabowo dan Mas Gibran,” kata Oni disambut tepuk tangan para nelayan dan petani.

Apalagi Prabowo pernah menjadi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

“Selama menjadi ketua umum HKTI, Pak Prabowo memiliki program peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan,” tambah Oni yang juga caleg DPRD DIY daerah pemilihan Bantul Timur.

Kata Oni, program kerja Prabowo-Gibran mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan produktifitas petani dan nelayan sangat realistis.

Ada buktinya. Bukan mengada-ada. Dan, Prabowo telah memberi warna bagi peningkatan petani dan nelayan di Indonesia.

BERITA LAIN:

Itulah sebabnya GTN DIY mendukung program ketahanan pangan melalui penguatan tenaga penyuluh  lapangan.

“Seyogyanya tenaga penyuluh lapangan langsung dibawah kementrian agar memudahkan standardisasi sumber daya manusia dan tata kelolanya,” ujar Oni yang juga staf ahli Fraksi Partai Gerindra DIY.

Pasalnya, tenaga penyuluh lapangan saat ini masih berada dalam pengelolaan dinas di setiap kabupaten dan kota yang memiliki kebijakan berbeda.

Perbedaan tersebut berdampak terhadap ritme dan kinerja penyuluh lapangan dalam menunjang keberhasilan ketahanan pangan.

Pegiat pertanian perkotaan bernama Edo  berharap pertanian di Indonesia dapat berkembang melalui digitalisasi pertanian.

BERITA LAIN:

“Pemanfaatan teknologi informasi dalam pertanian sangat membantu petani. Mulai mendapatkan bibit, cuaca, pupuk, menanam, memanen hingga memasarkan produk yang dilakukan melalui gadget,” katanya.

Ketua Paguyuban Nelayan di Bantul, Suyanta optimistis Prabowo-Gibran mampu meningkatkan kesejahteraan dan profuktivitas petani dan nelayan.

Nelayan harus  bisa menjadi salah satu pilar ketahanan pangan di bidang perikanan. (*)