Tutup
Wisata

Sultan HB X Resmikan Prasasti Bedhol Desa di Waduk Sermo, jadi Pengingat Keikhlasan Penduduk

340
×

Sultan HB X Resmikan Prasasti Bedhol Desa di Waduk Sermo, jadi Pengingat Keikhlasan Penduduk

Sebarkan artikel ini
ATENSI: Gubernur Sultan HB X dan Pj Bupati Ni Made Dwipanti Indrayanti menyimak penjelasan Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito. (Ist)

ZonaJogja.Com – Masih ingat saat warga di Hargowilis, Kulonprogo ramai-ramai transmigrasi tahun 1994?

Saat itu, penduduk  transmigrasi ke Sumatera lantaran mendukung pembangunan sumber irigasi yang sekarang bernama Waduk Sermo.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Suasana waktu itu kembali muncul saat Gubernur Sultan HB X meresmikan Prasasti Bedhol Desa, 15 Januari 2024.

Acara peresmian dihadiri Sekda DIY, Beny Suharsono; Penjabat Bupati Kulon Progo, Ni Made Dwipanti Indrayanti; Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho; dan Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito.

BERITA LAIN:

Bangunan prasasti yang dibiayai Dana Keistimewaan ini merupakan penghargaan dan apresiasi Pemerintah DIY kepada penduduk yang transmigrasi ke pulau seberang.

Di Prasasti Bedol Desa ini terukir 102 nama. Mereka adalah penduduk Sremo Tengah yang transmigrasi ke Sumatera.

“Prasasti ini menjadi kenangan bahwa bagaimanapun mereka tetap warga DIY,” kata Sultan yang mengenakan kemeja batik lengan panjang.

Sekadar mengingatkan, Waduk Sermo dulunya merupakan perkampungan penduduk di Bukit Menoreh.

BERITA LAIN:

SAMBANGGO: Gubernur Sultan HB X diapit Pj Bupati Kulon Progo,Ni Made Dwipanti Indrayanti dan Sekda DIY, Beny Suharsono di lokasi Prasasti Bedhol Desa. (ist)

Setelah penduduk transmigrasi ke Sumatera, pembangunan Waduk Sermo dimulai Maret 1994.

Luas waduk sekitar 152 hektare area. Kedalaman 20 meter. Setelah digarap selama 32 bulan, Waduk  Sermo diresmikan Presiden Soeharto tanggal 20 November 1996.

Setelah berfungsi, Waduk Sermo menyokong sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Bahkan, Wadyk Sermo telah menjadi lokasi wisata alam favorit di Kulonprogo.

Sultan mengatakan akan mensinkronkan beberapa program strategis yang direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo.

“Tentu saja untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN) di DIY,” ujar Sultan.

Antara lain jalan tol dan penetapan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

BERITA LAIN:

Sultan meminta pemprov DIY dan pemkab Kulon Progo menyiapkan diri sesuai kewenangan masing-masing.

Penjabat Bupati Kulon Progo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan rencana program strategis.

Antara lain, pembangunan jalan penghubung exit/entry tol Wates – jalan nasional, pengembangan kawasan aerotropolis Bandara Udara Internasional Yogyakarta.

Pembangunan koridor Jalan Temon-Borobudur, pengembangan pariwisata Pantai  Glagah, pembangunan Asrama Haji dan sejumlah landmark promosi wisata. (*)