Tutup
Headline

Targetnya, Persoalan Sampah di Kota Yogyakarta Tuntas Tahun Ini

156
×

Targetnya, Persoalan Sampah di Kota Yogyakarta Tuntas Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
SOLUTIF: Bank Sampah Induk Jogja yang memberi kontribusi dalam pengolahan sampah di Kotagede. (Humas Kota Yogyakarta)

ZonaJogja.Com – Pemkot Yogyakarta tahun ini memaksimalkan  desentralisasi pengolahan sampah.

Jalan keluarnya menggunakan modul refuse derived fuel (RDF).  RDF adalah bahan bakar batubara yang digunakan membuat semen.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Kami ingin sekali masalah sampah tuntas di tahun 2024,” kata Pejabat Walikota, Singgih Raharjo kepada wartawan di Balaikota Timoho (20/2/2024).

Satu modul dapat mengolah 20 ton sampah per hari. Rencananya, ada dua modul yang digunakan.

Perhitungannya, jika ada dua modul dan dua shift per hari,  sampah yang diolah bisa 80 ton per hari.

BERITA LAIN:

Mengatasi masalah sampah, Pemkot Yogyakarta juga sedang menyiapkan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

Lokasinya di Nitikan, Umbulharjo. Lahan yang disiapkan sekitar 3 ribu meter persegi.

Pengolahan di TPST Nitikan akan menggunakan tekonologi ramah lingkungan.

Harapannya, TPST Nitikan bisa mengatasi persoalan darurat sampah sejak Juli 2023.

Hingga sekarang, sampah dari Kota Yogyakarta yang dibuang di TPA Piyungan dibatasi maksimal 145 ton per hari.

Pemkot Yogyakarta terus mengoptimalkan pengelolaan sampah mandiri di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Nitikan dan Karangmiri.

BERITA LAIN:

Kata Singgih, sampah yang diolah di Nitikan bisa mencapai 30 ton per hari.

“Kami juga menggenjot program gerakan zero sampah anorganik (GZSA), dan pengolahan sampah dan limbah dengan biopori ala Jogja  atau Mbah Dirjo,” ujar Singgih.

Mbah Dirjo terbukti mampu mengurangi sampah rumah tangga hingga 50 ton per hari.

Saat ini terdapat 29.843 titik Mbah Dirjo di 14 kemantren yang bisa dimanfaatkan warga.  (*)