Tutup
Kronika

Rita Utami, Pebisnis dan Politisi PKS di Bantul Tutup Usia, Warga Terong Berduka

405
×

Rita Utami, Pebisnis dan Politisi PKS di Bantul Tutup Usia, Warga Terong Berduka

Sebarkan artikel ini
SELAMAT JALAN MBAK RITA....: Ratusan pelayat menghantar kepergian almarhumah ke pemakaman Terong. (azam/zonajogja.com)

ZonaJogja.Com – Innalillahi wa innailaihirojiun. Warga Kapanewon Dlingo, Bantul berduka.

Rita Utami, warga Terong yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Kabupaten Bantul ini meninggal dunia.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Wanita ramah dan periang ini menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito, Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 10:50.

Informasi yang diterima ZonaJogja.Com, Rita dirawat karena sakit kanker pankreas.

BERITA LAIN: Anthrax Muncul Lagi di Gunungkidul, Pakar UGM: Sumbernya Harus Diisolasi

Rita sudah berkali-kali dirawat di rumah sakit. Hingga akhirnya, pengusaha mebel dengan branding “Kayu Payu” ini pergi selama-lamanya.

“Kepergian Mbak Rita kesedihan bagi saya dan teman-teman. Kami sangat kehilangan,” ujar Agus Purnawiratma melihatkan wajah sedih.

Tak hanya Agus yang kehilangan. Meninggalnya Rita juga kesedihan bagi keluarga besar Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dlingo.

Kalangan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bantul dan Yogyakarta juga merasa kehilangan dengan kepergian wanita yang memiliki jiwa sosial.

Rita dikenal sebagai pebisnis yang andal. Ia sukses mengelola bisnis mebel bersama suaminya, Heri Supriyanto.

BERITA LAIN: Al Gibrano Aristomoeda, Bocah Jago Dongeng dari Lampung Timur

PEBISNIS YANG ULET: Rita Utami (baju putih) bersama para pegiat UMKM. (dok. Kelas Juragan)

Rita juga sukses menjalankan bisnis sanggar rias dengan nama “Nafisa”. Ia melayani paket pernikahan.

Mulai pembuatan undangan,  penyediaan tenda dan alat pesta, rias, elektonan, foto, video, katering, pembuatan souvenir, dan sound system.

Namun, bisnis yang dijalani selama bertahun-tahun itu drop saat pandemi covid19 melanda Indonesia.

Lalu, banting stir merintis usaha mebel. Ia membuka showroom di rumahnya di Terong, Dlingo.

“Ia berhasil. Saya salut dengan kegigihan dan perjuangannya,” kata Koestanto, warga Jogokariyan.

Tak hanya mengurusi bisnis. Rita juga aktif dalam pergulatan politik di Bantul.

BERITA LAIN: Ingat Kinahrejo dan Bebeng di Masa Lalu, Suasananya Bikin Kangen

KENANGAN: Rita bersama Heri Supriyantoi, suaminya. Foto ini diambil tahun 2017. (dok. pribadi)

Terakhir, ibu dari  Zian Atarta Alhazim dan Kanza Nafisa Alhazim ini tercatat menjadi caleg DPRD Bantul pada pemilu 2024 .

Ia maju melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Itulah sebabnya,  politisi dari PKS  dan sejumlah politisi di DPRD Bantul ikut menghantar pemakaman Rita pada Rabu sore.

Ratusan orang melayat  di rumah duka. Mereka mengikuti prosesi pemakaman hingga selesai.

Rita dimakamkan pukul 16.30. Lokasi makam berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah.

Jasad almarhumah diantar ke tempat peristirahatan terakhir menggunakan mobil ambulans bernomor polisi AB 9025 KW.

Selamat jalan, Mbak Rita. Husnul khotimah. (*)