Tutup
Kesehatan

PPNI Kota Yogyakarta Gagas Program 1 Perawat untuk 1 Kampung, Singgih Raharjo: Ide Bagus

290
×

PPNI Kota Yogyakarta Gagas Program 1 Perawat untuk 1 Kampung, Singgih Raharjo: Ide Bagus

Sebarkan artikel ini
SALING MENGUATKAN: Penjabat Walikota, Singgih Raharjo dan Ketua DPD PPNI Kota Yogyakarta, Subworo. (Humas Kota Yogyakarta)

ZonaJogja.Com – DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Yogyakarta mengagas program satu perawat untuk satu kampung.

Program ini akan melibatkan sekitar 4 ribu perawat di Kota Yogyakarta yang belum memiliki lahan pekerjaan.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

“Jumlah  ini belum semua mendapatkan pekerjaan yang tetap. Sehingga ide ini memungkinkan perawat mendapatkan pekerjaan,” kata Ketua DPD PPNI Kota Yogyakarta, Subworo.

Ungkapan tersebut disampaikan Subworo pada puncak Hari Ulang Tahun  DPD PPNI Kota Yogyakarta ke-50 di Santika Hotel Yogyakarta (17/3/2024).

Acara ini dihadiri Penjabat Walikota Yogyakarta, Singgih Raharja bersama isteri.

BERITA LAIN: RS PKU Muhammadiyah Bukber dengan Ratusan Penyandang Disabilitas se-DIY, 4 SLB Muhammadiyah Terima Bantuan Operasional

Subworo menyatakan mendukung penilaian uji kompetensi perawat yang tergabung dalam program satu perawat untuk satu kampung.

Penjabat Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo mengapresiasi  dedikasi, kinerja dan keikhlasan para perawat yang telah menjalankan profesinya secara profesional.

Singgih juga menyatakan dukungan terhadap program satu perawat untuk satu kampung.

”Kami mendukung penuh program DPD PPNI Kota Yogyakarta. Termasuk program satu perawat untuk satu kampung.  Ide yang sangat bagus,” kata Singgih.

BERITA LAIN: Hana Bank Salurkan Beasiswa Pendidikan di Indonesia, Total Rp 1 Miliar, Penerimanya 6 Universitas

Gagasan tersebut akan segera didiskusikan di Balaikota Timoho.

Program satu perawat untuk satu kampung akan menunjang Kota Yogyakarta terhadap pemenuhan dan penguatan kesehatan, terutama dalam kegiatan posyandu, penurunan stunting serta pendampingan gizi.

Peran perawat  terbukti menjadi ujung tombak di rumah sakit maupun masyarakat.

“Perawat sangat dekat dengan masyarakat. Sehingga harapannya perawat  terus menjalankan profesinya dengan penuh semangat, dan berbekal dari pengalaman,” ujar Singgih. (*)