Tutup
Opini

Menilik Potensi Layanan Gizi Halal di Indonesia l oleh: Ahmad Mukhlis SE

281
×

Menilik Potensi Layanan Gizi Halal di Indonesia l oleh: Ahmad Mukhlis SE

Sebarkan artikel ini
AHMAD MUKHLIS: Mahasiswa Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (istimewa)

LAYANAN unit gizi bersertifikat halal di Indonesia menyimpan potensi besar. Potensi ini tidak terlepas dari posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi Islam terbesar di dunia.

Tak hanya memberi jaminan halal kepada pasien, unit gizi halal di rumah sakit juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan layanan cost center.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Unit gizi dapat berkembang tidak hanya melayani kebutuhan penyediaan makanan yang bermanfaat kepada pasien di rumah sakit.

Namun juga menjangkau pasien dan pelanggan di luar rumah sakit. Sertifikat halal pada unit gizi di rumah sakit dapat dijadikan daya tarik utama untuk mengembangkan layanan catering.

BERITA LAIN: Jelang Lebaran, Harga Cabai Turun, Daging Ayam Naik

Tentu saja, katering dengan jaminan kualitas yang baik dan bersumber dari bahan sesuai syariat agama Islam.

Unit gizi halal di rumah sakit juga  berpotensi dikembangkan mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

Pasien membutuhkan makanan yang halal dalam proses penyembuhan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan The Royal Islamic strategic Studies (RISSC), angkanya sekitar 87,2 persen dari total populasi.

Konsep pengembangan unit gizi rumah sakit yang bersertifikat halal mulai dikembangkan beberapa rumah sakit yang dikelola persyarikatan Muhammadiyah.

BERITA LAIN: PKS Incar Kursi Walikota Yogyakarta, Nama Calon Tunggu Keputusan DPP

Antara lain  Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Mengutip keterangan Ahli Gizi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Ulfah Latifa, unit gizi rumah sakit di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta  sedang mengembangkan diversifikasi usaha melalui layanan katering  untuk pasien maupun pelanggan di luar rumah sakit.

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta juga meluncurkan layanan katering bagi warga yang ingin menjamin gizi dari asupan sesuai  kebutuhan individu.

Sertifikat halal menjadi modal utama optimalisasi bisnis katering yang dikelola RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

BERITA LAIN: Sungai Code Berpotensi Resistensi Antibiotik, Ada Kandungan Logam di Sungai Winongo

Layanan katering bersertifikat halal di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sangat diminati pasien rawat inap.

Bahkan, bagi pasien yang diperbolehkan pulang dan harus menjalani diet dengan pola makan khusus. Termasuk menjadi langganan pasien dengan hemodialisa atau pasien homecare.

Ke depan, pengembangan  layanan gizi halal di rumah sakit menjadi potensi dilakukan diversifikasi usaha. Tapi, menghadapi tantangan.

Salah satu aspek yang perlu disiapkan menyangkut manajemen produksi. Manajemen harus baik.

BERITA LAIN: Dindukcapil Kota Yogyakarta Percepat Aktivasi IKD, Layanan Jemput Bola Dimaksimalkan

Manajemen yang baik akan berimplikasi terhadap pelayanan pasien rawat inap di rumah sakit.

Juga memastikan distribusi makanan ke luar rumah sakit dalam keadaan steril.

Selain manajemen produksi, unit gizi yang menerapkan katering halal perlu memikirkan strategi pemasaran yang menarik. (*)

  • Penulis adalah Mahasiswa Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta