Tutup
Profil

Kisah tentang Sapardiyono, Wisata Kalibiru dan Batu Christ Bennet

230
×

Kisah tentang Sapardiyono, Wisata Kalibiru dan Batu Christ Bennet

Sebarkan artikel ini
KELUARGA BAHAGIA: Sapardiyono, bersama isteri, anak dan cucu. (istimewa)

ZonaJogja.Com – Sapardiyono tak hanya dikenal sebagai akademisi yang mumpuni dalam bidang hukum.

Maklumlah, Sapardiyono adalah lulusan jurusan Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Ternyata, pria ramah dan bersahaja ikut merintis kelahiran  salah satu tempat wisata di Kabupaten Kulon Progo.

Pernah mendengar Kalibiru? Di sinilah, Sapardiyono pernah berbakti ikut merintis dan membesarkan tempat wisata yang molek ini.

BERITA LAIN: Ratusan Anggota Joxzin Lawas Gelar Syawalan, Ariyanto “Jogkem” Didaulat jadi Dewan Penasihat

TRAVELING: Sapardiyono bersama isteri saat liburan akhir pekan di Kebuh Teh Ngglinggo, Samigaluh. (istimewa)

Lokasinya di pegunungan Menoreh, Hargowilis, Kapanewon Kokap.

Pada  tahun 1999, Sapardiyono bersama masyarakat setempat merintis wisata Kalibiru, hutan negara yang menyuguhkan pemandangan cantik.

“Waktu itu, saya membawa bendera Yasasan Damar,” ujar lulusan SMA  1 Wates yang melanjutkan kuliah di Jurusan Kehutanan UGM.

Ia mendampingi masyarakat dalam waktu yang lumayan panjang dan melelahkan.

Melalui program hutan kemasyarakatan, masyarakat Kalibiru membuat kelompok tani.

BERITA LAIN: Pilkada Bantul Makin Gayeng, Aryo Winoto Nyatakan Siap Nyalon Bupati

Kata Sapardiyono, pendirian kelompok tani sebagai syarat mendapatkan izin.

Saat bersamaan, ia berkenalan dengan Christ Bennet. Christ adalah warga Inggris yang bekerja di Ford Foundation.

Lalu, Sapardiyono mengajak  Christ mengunjungi Kalibiru.  Kedatangan Christ untuk menilai kelayakan program pengembangan Kalibiru sebagai destinasi wisata.

“Bagi saya dan warga Kalibiru, Christ adalah kenangan yang tak akan terlupakan. Ada kisahnya,” ujar Sapardiyono yang baru saja mengikuti pengarahan calon bupati dari DPP Partai Golkar di Jakarta.

BERITA LAIN: Jogja Brebeg 2024 Bakal Dibikin Brebeg Belphegor

MENITI MASA LALU: Sapardiyono dan Wisata Kalibiru. (istimewa)

Setiba di kawasan bukti, Chist Bennet kelelahan. Lalu, bersandar di tebing batu.

“Batu inilah yang kemudian disebut sebagai batu “Christ Bennet”,” terang Sapardiyono.

Pekerja dari Ford Foundation ini  terperangah melihat pemandangan Waduk Sermo dari bukti Kalibiru.

Disinilah, proses dimulainya pendirian Wisata Kalibiru. Kedatangan Christ membakar semangat masyarakat.

Kelompok tani terus berjuang memperoleh izin pengelolaan hutan dari Menteri Kehutanan.

BERITA LAIN: Bersama Partai Golkar, Sapardiyono Siap Menangkan Pilbup Kulon Progo

Setelah empat tahun membersamai masyarakat Kalibiru, Sapardiyono mengambil keputusan yang mengagetkan masyarakat.

Ia menyampaikan berhenti dari pegiat lembaga swadaya masyarakat, meski sebenarnya berat dilakukan.

Setelah vakum beberapa bulan, Sapardiyono memutuskan memasuki dunia politik praktis.

“Saya tak mungkin melupakan Kalibiru dan masyarakatnya. Kenangan yang sangat indah,” ujarnya. (*)