Tutup
Headline

Kak Seto Sebut 40 Ribu Anak Putus Sekolah, Didominasi Tingkat Sekolah Dasar

111
×

Kak Seto Sebut 40 Ribu Anak Putus Sekolah, Didominasi Tingkat Sekolah Dasar

Sebarkan artikel ini
PERLU DIATENSI: Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Prof Dr Seto Mulyadi MSi Psikolog (Kak Seto) mengatakan, jenjang pendidikan dasar bagi seorang anak merupakan tahap krusial dan sangat berpengaruh. (istimewa)

ZonaJogja.Com – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Prof Dr Seto Mulyadi MSi Psikolog (Kak Seto) memaparkan fakta  angka putus sekolah (APS) yang didominasi tingkat sekolah dasar.

“Terdapat lebih dari 40 ribu anak Indonesia putus sekolah di tingkat sekolah dasar,” kata Kak Seto pada acara peluncuran Program Bantuan Dana Pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) bagi 70 anak dari berbagai daerah di Indonesia di Jakarta (12/6/2024).

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Program ini digagas PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM),  pelopor produk nutrisi anak di Indonesia sejak 1954.

Kak Seto mengatakan, angka tersebut mengutip artikel  di https://goodstats.id/article/gender-gap-di-indonesia-angka-putus-sekolah-didominasi-oleh-laki-laki-uLr22.

BERITA LAIN: Wujudkan Generasi Emas 2045, SGM Berikan Bantuan Dana Pendidikan bagi 70 Anak

Padahal, setiap anak Indonesia berhak memperoleh akses pendidikan dan nutrisi. Juga memperoleh pola asuh yang baik  agar tumbuh menjadi generasi maju.

Namun sayangnya, masih ada anak-anak Indonesia yang menghadapi tantangan untuk maju, terutama terhadap akses pendidikan.

Padahal, jenjang pendidikan dasar bagi seorang anak merupakan tahap krusial dan sangat berpengaruh.

Bukan hanya pada perkembangan akademis, tetapi juga pembentukan pribadi anak.

“Ini menjadi kunci pada berbagai aspek perkembangan dalam membentuk wawasan dan kemampuan dasar yang diperlukan anak untuk fase kehidupan selanjutnya,” ujar Kak Seto.

BERITA LAIN: 33 Tim PPK Orwama Ajukan Proposal ke UAD, Siap-Siap Menuju Abdidaya di Bali

Artis Arumi Bachsin berpendapat semua orang tua menginginkan harapan  terbaik bagi anak.

“Sebagai seorang ibu, saya ingin anak-anak saya pun memiliki tumbuh kembang yang maksimal melalui pemenuhan nutrisi yang optimal dan pendidikan yang baik,” ujar Arumi.

Arumi ingin memastikan anak-anak dapat mengenyam pendidikan dasar yang kuat. Ia sangat prihatin melihat  orang tua yang terkendala pembiayaan untuk menyekolahkan anak.

Padahal, pendidikan  merupakan bentuk komitmen investasi jangka panjang orangtua.

BERITA LAIN: Danais Support Event Geopark Night Specta Vol 6.0 di Nglanggeran, Diselenggarakan Dispar Gunungkidul, Targetnya Dikunjungi 5 Ribu Orang

Sementara itu, merealisasikan pemberian dukungan dana pendidikan, SGM menggandeng mitra yang memiliki visi sama terhadap akses nutrisi dan pendidikan demi kemajuan anak bangsa.

“Antara lain Hoshizora Foundation, organisasi nirlaba yang memiliki komitmen  membantu anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan berkualitas,” kata Head of Brand SGM Eksplor, Patrisia Marlina.

Yakni, melalui bantuan berkonsep ekosistem, seperti beasiswa pendidikan, pelatihan guru, dan pendampingan orang tua.

Hoshizora Foundation  juga memberi pelatihan kepada orang tua mengenai pentingnya mendukung pendidikan anak dan literasi bijak mengelola keuangan. (*)