Tutup
Kronika

Nahar Miladi, Perempuan Ramah yang Berhati Baik Itu Telah Pergi Selama-lamanya

110
×

Nahar Miladi, Perempuan Ramah yang Berhati Baik Itu Telah Pergi Selama-lamanya

Sebarkan artikel ini
NAHAR MILADI: Selamat jalan. Husnul khotimah. (dok. pribadi)

ZonaJogja.Com – Innalillahi wa innailaihirojiun. Muhammadiyah dan Aisyiyah sedang berduka.

Nahar Miladi SE meninggal dunia. Siapa Nahar? Nahar adalah anggota Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah 2022-2027.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

Ia juga menjabat bendahara Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP Aisyiyah. Nahar  tutup usia pada Minggu, 7 Juli 2024.

Nahar adalah isteri Aris Jamali Muis, sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY. Menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 14.34 di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.

Meninggalnya Nahar mengejutkan banyak orang. Pasalnya, ibu dari Tsabita Ikrima Al Arifi ini terlihat baik-baik saja.

BERITA LAIN:Azis Yuriyanto, Offroader Nasional Sekaligus Pengusaha yang Siap Menangkan Afnan Hadikusumo jadi Walikota Yogyakarta

SUAMI ISTERI TELADAN: Arif Jamali Muis dan isterinya, Nahar Miladi. (dok. pribadi)

Bahkan, empat hari sebelumnya, sejumlah teman dan kerabat masih berkomunikasi dengan almarhumah.

Kabar meninggalnya Nahar langsung menyebar. Media sosial juga dibanjiri ucapan bela sungkawa dan rasa duka yang mendalam atas  kehilangan Nahar.

Saudara, kerabat, sahabat dan teman relasi almarhumah bergegas takziah ke rumah duka di Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Kampung tempat tinggal almarhumah dipadati puluhan mobil pribadi. Takziah datang silih berganti tanpa henti.

Antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir; CEO Margaria Group, Herry Zudianto; Rektor UMY, Gunawan Budiyanto;  Anggota DPD RI, Afnan Hadikusumo; dan Khoiruddin Basyori.

BERITA LAIN: Tukar Telkomsel Poin, Sekuriti Bank BPD DIY Dapat Hadiah Honda CBR 150

BERDUKA: Keluarga besar Muhammadiyah takziah di rumah duka. Tampak Arif Jamali (pakai masker), suami Nahar Miladi,  duduk diantara para pelayat. (azam/zonajogja.com)

Juga masih banyak puluhan warga Muhammadiyah dari Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo dan Gunungkidul.

Mereka ikut sedih. Juga tak kuasa menahan tangis. Ada yang bergegas mensahalatkan. Ada pula yang langsung menemui Arif Jamali, suami Nahar. Wajah Arif tampak sedih. Matanya sembab. Sesekali suami Nahar mengusap air mata yang terus meleleh di pipi.

“Mohon dimaafkan seandainya ada salah dan khilaf dari isteri saya,” kata Ayip, panggilan Arif Jamali, kepada para takziah.

Bagi Ayip, meninggalnya Nahar adalah kesedihan mendalam. Betapa tidak. Pada tahun ini, Arif menunaikan ibadah haji.

Selama sebulan lebih meninggalkan isteri dan anaknya di rumah. Setiba di Yogyakarta akhir pekan kemarin, Arif langsung menemani Nahar yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping.

BERITA LAIN: Lomba Desain Batik Sawit, Disediakan Hadiah Total Rp 21,5 Juta

KELUARGA BAHAGIA: Momen kebersamaan AYip bersama Nahar dan Tsabita, anak semata wayang. (dok. pribadi)

Namun, Tuhan berkehendak lain. Sosok perempuan berhati mutiara yang dicintainya meninggal dunia setelah menderita sakit kanker.

“Ini berat. Tapi, saya ikhlas melepas kepergian isteri,” ujar Ayip dengan kata terputus-putus.

Jam 09.30 pagi tadi, ratusan pelayat melepas almarhumah Nahar dimakamkan di Taman Makam Husnul Khotimah PKU Muhammadiyah, Nanggulan, Kulon Progo.

Selamat jalan mBak Nahar… (*)