Tutup
Headline

AMM Satu Suara Dukung Sapardiyono jadi Calon Bupati, Gagasannya Dinilai Baik untuk Masa Depan Kulon Progo

88
×

AMM Satu Suara Dukung Sapardiyono jadi Calon Bupati, Gagasannya Dinilai Baik untuk Masa Depan Kulon Progo

Sebarkan artikel ini
SOLID: Angkatan Muda Muhammadiyah Kulon Progo satu suara mendukung Sapardiyono menjadi calon bupati. AMM terdiri Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. (istimewa)

ZonaJogja.Com – Dukungan terhadap pencalonan Dr Sapardiyono SHut MH menjadi calon bupati Kulon Progo periode 2024-2029 terus bertambah.

Kali ini dukungan datang dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kulon Progo.

Advertisiment
Scroll ke bawah untuk berita selengkapnya

AMM menyatakan satu suara mendukung Sapardiyono menjadi calon bupati Kulon Progo.

Dukungan tersebut disampaikan pada  diskusi publik yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kulon Progo di RM Ono Sambele, Tambak Triharjo (9/7/2024).

Dihadiri Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

BERITA LAIN: Pemkot Yogyakarta Buka Layanan Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin, Gratis !

TERBAIK: Dr Sapardiyono SHut MH (memakai kacamata) pada acara diskusi bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kulon Progo. (istimewa)

Diskusi mengusung tema Panggung Gagasan: “Anak Muda dan Masa Depan Kulon Progo.”

“Di panggung gagasan ini kita dapat membedah, berdiskusi, dan menitipkan aspirasi kepada ayahanda Sapardiyono,” kata Ketua Penyelengara Diskusi, Ahmad Alfikri.

Ahmad menyebut Sapardiyono merupakan salah satu kader inti terbaik yang dimiliki  Muhammadiyah Kulon Progo.

Sekadar diketahui, Sapardiyono merupakan kader inti terbaik Muhammadiyah Kulon Progo.

Saat ini, Sapardiyono menjabat wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.

BERITA LAIN: Nahar Miladi, Perempuan Ramah yang Berhati Baik Itu Telah Pergi Selama-lamanya

Kader militan Muhammadiyah ini juga memiliki segudang pengalaman berorganisasi.

Selama tiga periode berkontribusi di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (Kulon Progo).

Sapardiyono pernah menjadi anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP), ketua LHKP, dan menjadi wakil ketua PDM Kulon Progo.

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PDM Kulon Progo, Drs Sudarminto menegaskan Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan. Bukan organisasi politik.

“Tapi, Muhammadiyah, termasuk AMM, tidak boleh buta. Harus melek politik,” kata Sudarminto.

AMM harus bersama-sama mengajukan kandidat terbaik untuk memimpin daerah.

BERITA LAIN: Azis Yuriyanto, Offroader Nasional Sekaligus Pengusaha yang Siap Menangkan Afnan Hadikusumo jadi Walikota Yogyakarta

Bahkan, Sudarminto menyatakan pentingnya keberpihakan terhadap kader-kader terbaik Muhammadiyah.

Pada diskusi yang berlangsung selama tiga jam lebih, Sapardiyono menjabarkan tiga misi penting  mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Yakni, meningkatkan lapangan kerja, pendidikan dan kebudayaan, dan pembangunan infrastruktur.

“Misi ayahanda Sapardiyono menjadi poin menarik dalam diskusi publik kali ini. Materi yang disampaikan sangat berelasi dengan anak muda,” kata Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik PDPM Kulon Progo, Makhmud Sendi Pamungka SE.

Itulah sebabnya, para peserta antusias mengikuti diskusi hingga selesai. Anak-anak muda kader Muhammadiyah ini juga menyampaikan aspirasi kepada Sapardiyono.

BERITA LAIN: Tukar Telkomsel Poin, Sekuriti Bank BPD DIY Dapat Hadiah Honda CBR 150

Mulai ketersediaan lapangan kerja, kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, pelestarian kebudayaan, pembangunan infrastruktur, hingga dampak politik terhadap lingkungan hidup.

“Gagasan beliau sangat strategis untuk membangun Kulon Progo. Hari ini,  saya semakin mantap memberikan dukungan,” ujar Adam Kaneka Putra dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kulon Progo.

Makhmud dan Adam mengatakan, kapasitas, intelektualitas, dan kapabilitas Sapardiyono sebagai kader terbaik Muhammadiyah tidak perlu diragukan. (*)