Acaranya Keren, Desain yang Dipamerkan Bagus Bagus

Sleman, ZonaJogja.Com – Perhelatan Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 di Jogja City Mall pada 9-11 Oktober meninggalkan kesan mendalam bagi para designer fashion.
Salah satunya designer bernama Yulian Widowati dari Alendra. Designer berkacamata ini bangga bisa membersamai JFR 2026.
“Acaranya bagus. Keren. Event ini membuat para UMKM menjadi lebih maju lagi,” kata Yulian kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026) malam.
Pada JFR tahun ini, Yulian menampilkan fashion lurik. Karya yang diperagakan sejumlah pemodel mendapatkan applause penonton yang memadati Atrium Jogja City Mall.
Designer sekaligus pemerhati fashion dari Jakarta, Arto Harto memberi apresiasi penyelenggaraan JFR 2026.
“Karyanya bagus bagus,” ujar Arto dari brand Arto Special.
Arto mengamati, fashion ala Yogyakarta berkembang pesat. Itulah sebabnya, Arto selalu menghadiri Jogja Fashion Rendezvous dari tahun ke tahun.
Designer dari Yogyakarta yang juga owner GooNinks, Nining Suwarto senang bisa menjadi bagian dari Jogja Fashion Rendezvous 2026.
“Yang paling menarik bagi saya adalah karya karya yang variatif. Karyanya keren-keren,” ujarnya.
Nining menyuguhkan fashion yang memadukan warna pastel. Karya-karyanya dipamerkan “orang orang biasa” berusia 16 tahun hingga 75 tahun.
Ada pelajar, pengusaha hingga dokter spesialis anak.
“Meski bukan pemodel profesional, tampil oke banget,” kata Nining.
Begitulah kesan sejumlah designer pada pergelaran Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 di Jogja City Mall, 9-11 Oktober.
Tampilkan 77 Fashion Designer

JFR 2026: Membangun ruang fashion yang lebih terbuka. (azam/zonajogja.com)
Sekadar diketahui, JFR kali ke-12 ini mengusung tema “Navapura”. Event ini diselenggarakan Asmat Pro Group.
Menampilkan 77 fashion designer yang tampil dalam tujuh sesi parade fashion show selama tiga hari. Mereka datang Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan tentu saja designer dari Yogyakarta.
Tema “Navapura” diangkat dari gagasan keberagaman bentuk dan ekspresi dalam fashion yang dilandasi sembilan nilai.
Yakni, warisan budaya, inovasi, identitas, keberlanjutan, kolaborasi, keberagaman, kreativitas, regenerasi, dan masa depan.
Nyudi Dwijo dari Asmat Pro Group mengatakan, “Navarupa” merupakan upaya melihat fashion tidak hanya sebagai pertunjukan busana. Tetapi bagian ekosistem kreatif yang terus berkembang.
“Navarupa kami hadirkan sebagai representasi tentang fashion selalu bergerak dan berkembang. Tradisi tetap penting, tetapi kreativitas dan inovasi harus berjalan agar fashion Indonesia mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas,” beber Nyudi Dwijo.
Kolaborasi Berbagai Elemen Industri Kreatif

LUBER: Penonton yang menyaksikan perhelatan Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 di Jogja City Mall pada 9-11 Oktober. (azam/zonajogja.com)
JFR tahun ini melibatkan lebih dari 50 model profesional, 250 model kids and teen, lebih dari 10 plus-size model, dan 20 mature model.
Nyudi mengatakan, JFR 2026 ingin membangun ruang fashion yang lebih terbuka.
Anak-anak, remaja, model profesional, plus-size hingga mature model memiliki kesempatan tampil, dan menjadi bagian dari industri.
Selain parade desainer, JFR 2026 juga menghadirkan Exclusive Show Tunggal, dan Sleman Halal Fashion & Craft 2026 yang diikuti 22 IKM Sleman yang telah memiliki sertifikat halal.
Area expo menjadi ruang bagi masyarakat menemukan berbagai produk fashion, beauty, craft, dan produk kreatif.
JFR 2026 merupakan kolaborasi ASMAT PRO Group bersama Jogja City Mall, dengan dukungan berbagai pihak dalam ekosistem fashion dan industri kreatif.
Sejumlah pihak yang terlibat antara lain, Dekranasda Kabupaten Sleman, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Sinergi Sadar Halal, LT Pro Professional Makeup, Konsep by Phillip, Elgan by Nyudi, Hyaya by Ella Muwafig.
Yayasan Fashion Jogja Istimewa, Jogja Model Academy, Editrix, Model & Talent Management, Damar Indonesia, Volcano Production, Visiting Jogja, serta dan U C1000.
Nyudi Dwijo mengatakan penyelenggaraan JFR selama 12 tahun menjadi modal penting mengembangkan ekosistem fashion di Yogyakarta.
JFR 2026 diharapkan dapat menjadi refleksi tentang masa depan fashion Indonesia dibangun melalui keberanian berinovasi, keterbukaan terhadap keberagaman, serta kemampuan menjaga identitas budaya. (*)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Pertamina Gelar SMEXPO di Pasar Ngasem
- 3 Oktober 2026 07:16 WIB
Pertamina SMEXPO melibatkan 48 UMKM. Lebih dari 6 ribu produk dijual. Ada kuliner, kerajinan, fashion, dan agribisnis.
FOTILE Makin Tak Terbendung, Kompor Gas Laris Manis di DIY dan Jawa Tengah
- 29 Juli 2026 21:05 WIB
Acara roadshow yang dihadiri puluhan konsumen dan influencer, FOTILE juga menyelenggarakan demo masak yang menghadirkan Chef Wahid
Wayang Jogja Night Carnival Masuk Daftar 10 Top KEN
- 8 Oktober 2026 11:30 WIB
Tema “Gana Kalajaya” adalah saduran karya Sri Sultan Hamengku Buwono X tahun 2021.
Hasil SNLIK 2026 Diumumkan, Program Literasi LPS Bergeser
- 11 Agustus 2026 19:58 WIB
Analisis hasil SNLIK 2026 menunjukkan program literasi LPS ke depan perlu bergeser dari literasi massal menuju literasi yang terarah, tersegmentasi, dan terukur.
Cegah Anak Kena Kanker, Dinkes Kota Yogyakarta Lakukan Imunisasi HPV
- 30 Juli 2026 15:16 WIB
efek samping yang mungkin muncul setelah imunisasi adalah demam, nyeri dan pembengkanan di area penyuntikan
4.940 Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026, Diajak Aktif Berorganisasi
- 15 September 2026 20:26 WIB
UAD tidak hanya berorientasi pencapaian akademik, melainkan memberi perhatian terhadap pembentukan karakter.
Tak Hanya Bangun Padepokan, Afnan Hadikusumo Juga Pikirkan 500 Pendekar Tapak Suci
- 3 Oktober 2026 08:13 WIB
Sebanyak 500 anggota menyandang “pendekar” yang tersebar di berbagai kepengurusan Tapak Suci di Indonesia.
LPS Tekankan Tiga Kunci Penguatan Tata Kelola dan Mitigasi Risiko BPRS
- 15 September 2026 18:38 WIB
Tata kelola dan kepatuhan tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai pemenuhan kewajiban regulasi.

Saat ini belum ada komentar