Universitas Widya Mataram Buka Prodi Baru, Apa Saja?

ZonaJogja.Com – Universitas Widya Mataram (UWM) sedang mengintegrasikan akselerasi pendidikan dosen dan fasilitas gedung untuk pelaksanaan pendidikan, laboratorium dan fasilitas lain yang berkualitas dan kompetitif.
“Mewujudkan universitas unggul dan berdaya saing tidak bisa dengan langkah biasa-biasa saja,” kata Rektor UWM, Prof Edy Suandi Hamid pada pidato Dies UWM ke-41 di Pendopo Agung Kampus Terpadu Jalan Tata Bumi Selatan, Banyuraden, Gamping, Sleman (7/10/2023).
Akselerasi sumber daya manusia dan penambahan dosen yang kuliah doktoral terus meningkat.
Saat ini, dosen kualifikasi doktor mencapai 20 persen lebih. Jumlahnya di atas rata-rata nasional untuk syarat menjadi universitas berkemajuan.
BERITA LAIN: Muchlas jadi Rektor UAD Lagi, Ini Target yang akan Diwujudkan hingga 2027
Ditambah 15 kandidat doktor yang sedang menyelesaikan pendidikan. Rektor Edy mengatakan, UWM tahun ini membuka program studi baru.
Yakni, Informatika (S1), Profesi Arsitektur, Magaster Kenotariatan (S2), Kepariwisataan (S10, Magister Manajemen (S2), Studi Budaya (S1), dan Hubungan Internasional (HI).
“Saat membuka Magister Hukum, jumlah mahasiswanya sangat signifikan. Maka program studi magister berikutnya optimis mencapai kemajuan serupa,” kata Rektor Edy.
Dukungan akselerasi kemajuan sumber daya manusia disatukan dengan penyediakan infrastruktur gedung perkuliahan dan kegiatan ekstra kurikuler internal kampus.
Pembangunan gedung tahap pertama telah selesai. Saat ini digunakan untuk rektorat dan perkuliahan.
BERITA LAIN: Inilah 5 Tempat Wisata Paling Banyak Dikunjungi Pengguna Maxim
Pembangunan tahap kedua dijadwalkan akhir 2023. Meliputi pembangunan gedung perkuliahan, tempat ibadah bagi semua agama, gedung laboratorium, dan gedung perkantoran.
Sekretaris Umum Yayasan Mataram, Dr Achil Suyanto SH MH MBA mengatakan, proses perizinan pembangunan sedang berlangsung.
“Pembuatan arsitektur gedung sudah selesai. Semoga pelaksanaan izin segera selesai,” ujarnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta, Prof drh Aris Junaidi PhD mengapresiasi konsistensi UWM sebagai kampus berbudaya.
“Semoga universitas ini tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kompetitif dan berprestasi,” kata Aris. (*)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
SPPG se-DIY Diberi Edukasi soal Gizi, Budi Waljiman: Perkuat Fungsi Pelayanan Publik
- 29 Agustus 2026 13:57 WIB
Keberhasilan program MBG dapat dilihat dari perubahan pengetahuan, sikap, dan kebiasaan penerima manfaat memilih dan mengonsumsi makanan.
Acaranya Keren, Desain yang Dipamerkan Bagus Bagus
- 10 Oktober 2026 22:03 WIB
Jogja Fashion Rendezvous 2026 merupakan kolaborasi ASMAT PRO Group bersama Jogja City Mall.
Pawai Ekosistem Malioboro Bikin Kesengsem Wisatawan
- 7 Oktober 2026 05:50 WIB
Pawai Budaya Nuswantoro yang berlangsung selama dua jam lebih ini menjadi daya tarik wisatawan domestik dan turis.
OMRON Experience Center Dibuka di Yogyakarta, Perkuat Akses Layanan dan Pemantauan Tekanan Darah Berkelanjutan
- 19 Agustus 2026 14:00 WIB
Di Yogyakarta, OMRON Experience Center buka di Datascrip Service Center, Jalan Gajahmada 21 Kav. R-2 Pakualaman, Yogyakarta.
Menteri Kebudayaan Dorong Kolaborasi Kreatif Lewat IPCC 2026, Potensi Digarap Secara Produktif
- 15 Oktober 2026 06:29 WIB
Fadli optimistis jembatan kebudayaan yang dibangun melalui IPCC 2026 membuka peluang jejaring ekonomi kreatif.
Pembalap Veda Masuk 10 Besar, Bupati Endah Bungah
- 12 Oktober 2026 07:30 WIB
Setelah balapan berakhir, pembalap kelahiran Wonosari, 23 November 2008 ini berada pada posisi 6.
Hari Terakhir Pameran Pertanahan “Hamemayu Bumi Nagari”
- 9 September 2026 09:38 WIB
Ada tiga layanan yang dapat dimanfaatkan. Yakni, layanan kekancingan untuk pemanfaatan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten, pembaruan dan perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) serta hak pakai.
PERDOSKI Gelar Pertemuan Ilmiah Tahunan di Yogyakarta, Hadirkan Inovasi Dermatologi Terkini
- 6 Agustus 2026 16:18 WIB
PIT XXI PERDOSKI 2026 menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antar akademisi, klinisi, peneliti, institusi pendidikan, pemerintah, dan industri kesehatan.

Saat ini belum ada komentar