Beranda » Hiburan » Inilah Dimas dan Diajeng Kota Yogyakarta 2023, Penjabat Walikota Ingatkan soal Adab

Inilah Dimas dan Diajeng Kota Yogyakarta 2023, Penjabat Walikota Ingatkan soal Adab

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com –  Inilah nama-nama anak muda yang menyandang Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2023.

Mereka adalah Five Ihza Marchiano dan Syiya Jauva Qolba. Wakil I Dimas Diajeng Jogja 2023, Aburiza Fathurridzky Akhmad dan Aurelia Oktavia Putri.

Wakil II Dimas Diajeng Jogja 2023, Andrian Maulana dan Maura Izzati.

Harapan I Dimas Diajeng Kota Jogja 2023 disandang Reza Dias Syuhada dan Faradiva Prima Amalia.

Harapan II Dimas Diajeng Kota Jogja 2023 Muhammad Nur Helmi dan Farah Nabila Khoirunisa.

BERITA LAIN:Terbit, Bobo Edisi Koleksi Terbatas 50 Tahun

Sedangkan Dimas Diajeng Persahabatan Kota Jogja 2023 adalah M Failasuf Ramadhan dan Chionia Mizerofa Gabby Anjani Aryudi.

Dimas Diajeng Berbakat Kota Jogja 2023 dipercayakan kepada  Yahya Indana Zulfa dan Nurul Amalina.

Lalu, Dimas Diajeng Favorit Kota Jogja 2023, Gregorius Ega Tri Putranto dan Diana Khairunnisa.

Penjabat Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo meminta para penyandang Dimas Diajeng Kota Jogja 2023 selalu membawa nama Kota Yogyakarta.

“Terutama dari bidang pariwisata dan budaya Kota Yogyakarta,” kata Singgih pada acara Grand Final Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2023 di Halaman Balaikota Timoho, Sabtu (17/6/2023) malam.

Singgih berpesan agar tidak hanya memiliki pengetahuan, melainkan juga membawa adab dalam kehidupan sehari-hari.

BERITA LAIN: Hanang, Pegawai LPS yang Dapat Beasiswa Kuliah di Harvard University

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengungkapkan pemilihan Dimas Diajeng merupakan upaya mencetak duta pariwisata Kota Yogyakarta yang inspiratif.

Pemilihan Dimas Diajeng melalui proses dan berbagai tahapan. Mulai verifikasi, tes psikologi, wawancara pembekalan, unjuk bakat finalis sampai grand final.

Aspek penilaian meliputi pariwisata, sosial kemasyarakatan, kebudayaan, paguyuban, psikologi, pengetahuan umum, bahasa asing, public speaking, personal development dan media sosial.

Ada 30 finalis pada malam grand final. Tapi  diambil 10 finalis. Terdiri 5 Dimas dan 5 Diajeng terbaik.  (*)

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

Teater Jogja Manggung, Pentaskan Saksi Mata dan Telinga Karya Seno Gumira

  • 30 September 2026 12:24 WIB

Dalam pentas kali ini, Teater Jogja menempatkan seni teater sebagai medium pembacaan kritis atas kenyataan sosial.

Hasil SNLIK 2026 Diumumkan, Program Literasi LPS Bergeser

  • 11 Agustus 2026 19:58 WIB

Analisis hasil SNLIK 2026 menunjukkan program literasi LPS ke depan perlu bergeser dari literasi massal menuju literasi yang terarah, tersegmentasi, dan terukur.

196 Karya 132 Seniman Disabilitas Dipamerkan di TBY

  • 25 September 2026 20:05 WIB

Mengusung tema “Maneges”,  pameran ke empat sejak tahun 2022 ini menyuguhkan 196 karya dari 132 seniman.

Inilah Kisah Supono, Pemain Tarkam Badminton yang Pensiun Setelah Kedua Mata Kena Glaukoma

  • 2 jam yang lalu

Teknik bermain Supono sangat mumpuni. Dikenal sebagai pemain  yang alot saat bermain di lapangan.

Puluhan Tokoh Masyarakat Hadiri Haul ke-38 Sultan HB IX, Kenang Raja yang Dekat dengan Rakyat

  • 3 Oktober 2026 08:34 WIB

Mengingat HB IX merupakan bagian menjaga marwah Keraton dan memahami makna keistimewaan Yogyakarta.

Motorola Hadirkan Program “Click n’ Pick Up” di Parade Festival Belanja Erafone 2026

  • 26 September 2026 07:18 WIB

Pada Parade Festival Belanja Erafone 2026, Motorola menghadirkan berbagai pilihan smartphone.

Sultan HB X: Kedaulatan Tanpa Keadilan Hanya akan Lahirkan Kekuatan yang Timpang

  • 17 Agustus 2026 13:15 WIB

Perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata, persatuan, serta komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Pecinta Alam Gelar Upacara di Monumen Rudal Merapi

  • 18 Agustus 2026 10:55 WIB

Saat terjadi erupsi Gunung Merapi tahun 2010, monumen rudal rusak. Tahun 2017, monumen kembali dibangun di Desa Kinahrejo.