Pasien Rabies Berobat di Kota Yogyakarta Masih Tinggi, Begini Penjelasannya

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Kunjungan pasien akibat gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kota Yogyakarta tetap tinggi meski bukan termasuk wilayah endemis.
“Sampai hari ini juga tidak ditemukan kasus rabies pada manusia di Kota Yogyakarta,” terang Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Anandi Iedha Retnani (27/1/2026).
Masih tingginya angka pasien kasus rabies karena Kota Yogyakarta menjadi rujukan pelayanan.
Yakni, layanan rabies center di RS Pratama dan Puskesmas Jetis. Pasien yang datang tidak hanya warga Kota Yogyakarta, tetapi juga luar daerah.
Kata Anandi, tidak semua gigitan perlu vaksin. Pertolongan pertama paling penting adalah mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 10–15 menit.
“Namun, layanan tetap kami berikan sesuai indikasi medis,” ujarnya.
DBD Tetap jadi Prioritas
Selain pasien akibat gigitan hewan penular rabies, demam berdarah dengue tetap menjadi prioritas pengendalian.
Pasalnya, Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk wilayah endemis dengue. DBD masih menjadi fokus utama karena nyamuk aedes aegypti yang adaptif di perkotaan.
Upaya inovatif pengendalian yang dilakukan adalah penyebaran nyamuk ber-Wolbachia yang terbukti menurunkan kemampuan nyamuk menularkan virus dengue.
Namun, Anandi mengajak mengajak masyarakat memaksimalkan pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan rutin minimal seminggu sekali.
Yakni, menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, mencegah gigitan nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan. (*)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Budi Waljiman Ajak Isi Kemerdekaan Lewat Kerjasama dan Pengabdian Kepada Masyarakat
- 19 Agustus 2026 13:30 WIB
Budi Waljiman berharap peringatan ulang tahun ke-81 Kemerdekaan Indonesia menjadi momentum memperkuat komitmen melanjutkan semangat perjuangan pahlawan.
Pertamina Gelar SMEXPO di Pasar Ngasem
- 3 Oktober 2026 07:16 WIB
Pertamina SMEXPO melibatkan 48 UMKM. Lebih dari 6 ribu produk dijual. Ada kuliner, kerajinan, fashion, dan agribisnis.
OMRON Experience Center Dibuka di Yogyakarta, Perkuat Akses Layanan dan Pemantauan Tekanan Darah Berkelanjutan
- 19 Agustus 2026 14:00 WIB
Di Yogyakarta, OMRON Experience Center buka di Datascrip Service Center, Jalan Gajahmada 21 Kav. R-2 Pakualaman, Yogyakarta.
Percasi Ingin Yogyakarta jadi Kota Catur, jadi Olahraga Populer ke-2 Setelah Sepakbola
- 16 Agustus 2026 16:41 WIB
Percasi juga menargetkan catur menjadi olah raga nomor 2 paling populer di sekolah setelah sepak bola.
Didukung Dana Keistimewaan, OBAJ #4 Dorong Pelajar DIY Mahir Gunakan Bahasa dan Aksara Jawa
- 13 Agustus 2026 21:15 WIB
Peserta yang lolos akan diumumkan di media sosial instagram resmi @_obaj4 tanggal 4 September 2026 pukul 12.00
Pelatih Timnas Wanita Indonesia Pantau MLSC Yogyakarta Seri 1, Sebut Turnamen Bentuk Ekosistem Sepakbola Putri yang Bagus
- 19 September 2026 22:09 WIB
Pertandingan yang disaksikan ratusan penonton ini dipantau Pelatih Timnas Wanita Indonesia, Satoru “Mochi” Mochizuki.
Lazismu DIY Salurkan Bantuan Rp 706 Juta, Masyarakat Makin Percaya Program Beasiswa Sang Surya
- 12 September 2026 10:19 WIB
Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada mengingatkan penerima beasiswa memaknai cita-cita KHA Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah.
WJNC 2026 Digelar 7 Oktober, Pawai di Jalan Malioboro hingga Titik Nol
- 10 September 2026 06:42 WIB
Pawai berangat dari DPRD DIY. Melakukan performance di depan Kepatihan.

Saat ini belum ada komentar