Hiburan

Melantunkan Lagu “Dan Aku Rindu”, Indro Warkop Menangis di Studio

5
×

Melantunkan Lagu “Dan Aku Rindu”, Indro Warkop Menangis di Studio

Sebarkan artikel ini
LAGU RINDU: Lagu berdurasi 3 menit 44 detik ini bercerita tentang kerindungan Indro kepada Dono dan Kasino. Dinyanyikan Indro bersama Orges Nunung CS. Diterbitkan Nusa Musik Publisher dengan label Falcon Music Id. (youtube/falcon music id)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Indro Warkop baru saja merilis album “Dan Aku Rindu”.

Lagu berdurasi 3 menit 44 detik ini bercerita tentang kerindungan Indro kepada Dono dan Kasino.

Diciptakan Indrodjojo Kusumonegoro, Darmawan (Dado), dan Nurul Huda Manshur (Nanang).

Lagu yang dinyanyikan Indro bersama Orges Nunung CS ini diterbitkan Nusa Musik Publisher dengan label Falcon Music Id.

Di videoklip dengan suasana studio rekaman, Indro terlihat menghayati setiap lirik yang dilantukan.

Matanya  terlihat sembab, mengingat dua sahabatnya yang telah pergi.

Mengingat Dono dan Kasino

Kasino meninggal dunia 18 Desember 1997 setelah menderita tumor otak. Disusul Dono yang meninggal 30 Desember 2001 karena tumor dan paru-paru basah.

Itulah sebabnya, meski kedua sahabatnya telah tiada, rasa kehilangan itu dirasakan hingga sekarang.

———-

Lirik “Dan, Aku Rindu”

Hai Dono, Hai Kasino Aku Indro, dan aku rindu

Mas Dono, Mas Kasino Aku Indro, do’aku slalu

Bagaimana kabarnya

Kangen becanda, waktu kita muda

Pasti kalian bahagia

Kok teganya tinggal aku sendiri

 

Mas Dono, Mas Kasino Aku Indro, dan aku rindu

Bagaimana kabarnya

Kangen becanda waktu kita muda

Pada bahagia

Disini aku tinggal sendirian

Kalian tau nggak?

Orang masih nontonin film kita

Pada Bahagia

Masih banyak yang nyanyi lagu kita

 

Ngobrol di warung kopi

Nyentil sana dan sini

Sekedar suara rakyat kecil,

bukannya mau usil Bukannya mau usil…

 

Mas Dono, Mas Kasino Aku Indro, ku slalu rindu

———–

Warkop dikenal sejak tahun 1973 saat Kasino dan Nanu Moeljono  manggung pada acara perkemahan mahasiswa Universitas Indonesia di Cibubur.

Aksi Kasino dan Nanu menarik perhatian Temmy Lesanpura, alumnus Universitas Indonesia yang mengelola Radio Prambors.

Sendirian Merawat Warkop

Dipandu Rudy Badil, keduanya mengisi segmen “Obrolan Santai di Warung Kopi” setiap Kamis pukul 20.30-21.15.

Setahun kemudian, mahasiswa Universitas Indonesia bernama Dono bergabung  dalam sesi “Obrolan Santai di Warung Kopi”.  Indro yang masih SMA menjadi anggota terakhir sekaligus termuda di Warkop Prambors.

Tahun 1970, nama Warkop Prambors makin moncer. Kerap mengisi acara-acara anak muda. Juga tampil di TVRI.

Tak hanya melawak, Warkop Prambors juga merilis beberapa album lagu yang diproduksi Aquarius. Termasuk main film layar lebar.

Sejak 1980 hingga 1995, Dono, Kasino dan Indro membintangi 34 film komedi.

Waktu terus berjalan. Tanpa Dono dan Kasino, Indro merawat Warkop DKI sendirian. (*)