Walikota Hasto Wardoyo Pimpin Apel Pilar Sosial, 7 Oktober jadi Penanda Jogja Zero Gepeng

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Pemkot Yogyakarta semakin intens menangani gelandangan dan pengemis, termasuk pengamen tak beraturan.
Walikota Hasto Wardoyo menyatakan, Kota Yogyakarta harus bersih dari gelandangan, pengemis, dan pengamen yang tidak beraturan bersamaan hari jadi ke-269 Kota Yogyakarta.
“Ada waktu sekitar sepuluh hari, mulai sekarang hingga 7 Oktober untuk mewujudkan Jogja Zero Gepeng ,” kata Hasto Wardoyo pada acara Apel Pilar Sosial dalam Rangka Jogja Zero Gepeng di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta hari ini (28/9/2025).
Apel Pilar Sosial untuk memperkuat sinergi, koordinasi, motivasi, serta penyatuan komitmen menangani gelandangan dan pengemis.
Acara ini dihadiri 209 personil dari berbagai komponen. Terdiri anggota Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH).
BERITA LAIN: Jenang Gempol ”Moro Joyo” Diserbu Pengunjung Pasar Lawas Mataram
Juga ada unsur dari Pelopor Perdamaian, Pendamping Rehabilitasi Sosial, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Satpol PP dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.
Juga hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Yunianto Dwisutono; Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Drs Maryustion Tonang; dan Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta, Solihul Hadi.
Pada Apel Pilar Sosial yang berlangsung selama satu jam lebih, Hasto mengungkapkan keinginan agar deklarasi Jogja Zero Gepeng bisa dilaksanakan tanggal 7 Oktober mendatang. Deklarasi Jogja Zero Gepeng sekaligus sebagai penanda perubahan ke arah lebih baik
Walikota mengajak semua unsur yang tergabung dalam Pilar Sosial mewujudkan Kota Yogyakarta bersih dari gelandangan, pengemis dan pengamen tidak beraturan.
“Hari ini kita siapkan. Anda semua sanggup?” tanya Hasto.
“Sanggup !” jawab peserta apel dengan suara lantang.
BERITA LAIN: 9 dari 10 Pengguna Galaxy FE Jadikan Galaxy AI Andalan Produktivitas, Lebih Seamless Lagi di Galaxy S25 FE

KERJASAMA: Gelandangan dari luar kota Yogyakarta akan dirujuk ke Camp Assessment Dinas Sosial DIY. (Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta)
Hasto, dokter kandungan yang pernah menjadi bupati Kulon Progo ini meminta semua personil yang terlibat dalam Pilar Sosial mengedepankan aspek kemanusiaan.
Tindakan yang dilakukan harus dilakukan dengan cara persuasif dan dialogis. Harus santun dan tidak boleh menyakiti.
Keinginan Pemkot Yogyakarta mewujudkan kota bebas dari gelandangan dan pengemis bukan tanpa dasar.
Pemkot Yogyakarta merujuk Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis, dan Peraturan Gubernur DIY Nomor 36 Tahun 2017 tentang Standar Operasional Prosedur Penanganan Gelandangan dan Pengemis.
Upaya preventif, rehabilitasi hingga reintegrasi sosial telah dilakukan untuk menekan keberadaan gepeng dan pengamen tak beraturan.
Dinsosnakertrans berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pembinaan dan rehabilitasi, seperti bimbingan mental dan fisik.
Gelandangan dari luar kota Yogyakarta akan dirujuk ke Camp Assessment Dinas Sosial DIY.
BERITA LAIN: Didukung Danais, JIBB 2025 Seimbangkan Warisan Budaya dan Inovasi

PERKUAT SINERGI: Apel Pilar Sosial dalam Rangka Jogja Zero Gepeng di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta hari ini (28/9/2025). Apel ini memperkuat sinergi, koordinasi, motivasi, serta penyatuan komitmen menangani gelandangan dan pengemis. (azam/zonajogja.com)
Sedangkan bagi warga Kota Yogyakarta, reintegrasi sosial dilakukan dengan mengembalikan mereka ke keluarga. Juga menurunkan tim untuk memotivasi agar tidak kembali mengemis atau menggelandang.
Agar gelandangan dan pengemis tidak lagi berada di jalan, Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta juga memberi pelatihan keterampilan dan perluasan kesempatan kerja.
Termasuk memberi edukasi kepada masyarakat agar tidak memberi uang langsung kepada gelandangan dan pengemis di jalan.
Yakni, memberikan pelatihan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, dan mengedukasi masyarakat.
Harapannya, gelandangan dan pengemis memiliki kemampuan hidup layak.
BERITA LAIN: Di Kota Yogyakarta Ada 58 Simpang ber-APILL, Baru 31 Titik yang Dipasangi ATCS

ASSESMENT: Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas langsung melakukan assesment di lokasi. (Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta)
“Menurut saya jumlahnya tidak banyak. Kita ingin semua bisa ditangani dengan sebaik-baiknya,” kata Walikota.
Berdasarkan pemantauan ZonaJogja.Com, ada beberapa lokasi yang masih terlihat gelandangan dan pengemis.
Antara lain di simpang Tamansari, simpang Ngampilan, simpang Jokteng Barat dan Jokteng Timur, simpang Kleringan, simpang Taman Siswa dan simpang Tegalgendu. (*)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Buka Layanan OEC, OMRON Bantu Masyarakat Turunkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung
- 20 Agustus 2026 16:46 WIB
OMRON Experience Center menghadirkan pusat layanan teknis, termasuk servis dan kalibrasi alat yang efisien, agar masyarakat dapat menjaga konsistensi pemeriksaan tekanan darah tanpa kendala.
SPPG se-DIY Diberi Edukasi soal Gizi, Budi Waljiman: Perkuat Fungsi Pelayanan Publik
- 29 Agustus 2026 13:57 WIB
Keberhasilan program MBG dapat dilihat dari perubahan pengetahuan, sikap, dan kebiasaan penerima manfaat memilih dan mengonsumsi makanan.
Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, Kota Yogyakarta Kirim 14 Atlet, 5 Orang Ikuti Penataran Wasit
- 19 Oktober 2026 13:42 WIB
Selain pemain, Percasi Kota Yogyakarta juga mengirim lima nama untuk penataran wasit dan pelatih.
Paniradya Kaistimewan Publikasikan Program SRS, Pengunjung Disuguhi Teh Kraton Yogyakarta
- 25 September 2026 20:35 WIB
Selain simposium, juga ada pameran dan panggung hiburan di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY Meninggal Dunia
- 3 Oktober 2026 19:41 WIB
Kabar meninggalnya bendahara DPD Partai Gerindra DIY itu disampaikan melalui akun instagram Gerindra DIY.
WJNC 2026 Digelar 7 Oktober, Pawai di Jalan Malioboro hingga Titik Nol
- 10 September 2026 06:42 WIB
Pawai berangat dari DPRD DIY. Melakukan performance di depan Kepatihan.
4.940 Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026, Diajak Aktif Berorganisasi
- 15 September 2026 20:26 WIB
UAD tidak hanya berorientasi pencapaian akademik, melainkan memberi perhatian terhadap pembentukan karakter.
Hari Terakhir Pameran Pertanahan “Hamemayu Bumi Nagari”
- 9 September 2026 09:38 WIB
Ada tiga layanan yang dapat dimanfaatkan. Yakni, layanan kekancingan untuk pemanfaatan tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten, pembaruan dan perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) serta hak pakai.

Saat ini belum ada komentar