Bantul, ZonaJogja.Com – Pasar Lawas Mataram di pelataran Masjid Kotagede kembali digelar.
Salah satu stand yang mencuri perhatian para pengunjung adalah Jenang Gempol “Moro Joyo”.
Lokasinya berada di utara pintu masuk Masjid Kotagede dari arah timur.
Bagi para penyuka kuliner “alusan”, Jenang Gempol “Moro Joyo” sudah familiar.
Bahan yang digunakan untuk membuat jenang seluruhnya “berkelas” premium. Menggunakan tepung beras organik, gula aren, dan santan kelapa yang telah matang.
BERITA LAIN: 9 dari 10 Pengguna Galaxy FE Jadikan Galaxy AI Andalan Produktivitas, Lebih Seamless Lagi di Galaxy S25 FE
Itulah sebabnya, Jenang Gempol “Moro Joyo” sudah dikenal dengan rasa lezat khas Yogyakarta.
Pemiliknya adalah pasangan suami-isteri bernama Agus Wahyu Triwibowo dan Wulan.
Agus seorang jurnalis yang kini menyandang sebutan sebagai pegiat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ia memulai menggeluti dunia entrepreneur sejak tahun 2018. Tahun ini adalah kali pertama penyelenggaraan Pasar Lawas Mataram.
Kiprahnya di UMKM kuliner juga tidak pernah terencana. Ia berjualan bermula dari panitia yang menawarkan kepada warga Kotagede untuk mengisi lapak.
BERITA LAIN: Didukung Danais, JIBB 2025 Seimbangkan Warisan Budaya dan Inovasi

“Ketika ditawari, saya mau-mau saja. Meski sebenarnya saya gelum punya gambara mau jual apa,” kenang Agus.
Setelah diskusi dengan Wulan, isterinya, muncul ide menjual jenang gempol.
“Alhamdulillah. Sampai hari ini tetap eksis. Malah ketagihan berjualan,” sambung Wulan.
Dulu, Agus menjual jenang seharga Rp 3 ribu per cup.
Tapi, karena fluktuasi harga bahan makanan, kini harga jenang jempol “Moro Joyo” Rp 8 ribu dengan volume sama.
Selain menjajakan jeneng gempol, Agus dan Wulan juga membuka usaha angkringan.
Bisnis kecil-kecilan ini baru dibuka sekitar satu bulan lalu. Lokasinya di selatan kampus Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Gambiran Umbulharjo. (*)











