Kulon Progo, ZonaJogja.Com – Ada kuliner minuman yang sedang viral di Kabupaten Kulon Progo. Namanya Kopiroro.
Nama itu singkatan dari Kopi Rodo Loro (kopi roda dua). Alias si penjaja kopi menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi sebagai tempat berjualan.
Kopiroro juga disebut kopi keliling dengan basis sepeda motor yang telah dimodifikasi. Semacam gerobak terbuat dari alumunium yang ditempatkan di jok motor.
Penjual bisa membuka dagangan ke mana saja hanya dengan memindahkan sepeda motor ke lokasi yang diinginkan.
Dibekali Lewat Bimbingan Teknis

Adalah Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kulon Progo yang memaksimalkan bisnis jualan minuman kopi dengan konsep “bergerak” ala Kopiroro.
Kopiroro bertujuan mengembangkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal di Kulon Progo melalui berjualan dengan konsep kafe yang mobile, praktis, dan sederhana dengan gaya modern.
Saat ini, Tim Kegiatan Pengembangan Industri Kreatif Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kulonprogo dibantu Dana Keistimewaan (Danais) baru merintis dua unit Kopiroro.
Dinamai Kopiroro 1 dan Kopiroro 2. Wilayah jualan Kopiroro 1 di Nanggulan sekitarnya. Sedangkan Kopiroro 2 menjajakan kopi di Pengasih dan Sentolo.
Salah satu operator Kopiroro adalah Trihartono yang memakai label Kopiroro 2.
Warga Pengasih ini berjualan kopi keliling sejak mengikuti bimbingan teknis pada April 2025. Ia bersama Bekti yang menggunakan label Kopiroro 1.
Saat mengikuti bimtek yang dibiayai Dana Keistimewaan, suami Iin Puji Lestari ini mendapatkan ilmu mengolah kopi dengan berbagai varian. Trihartono juga mendapatkan tips berjualan.
Di akhir bimtek, ia diberi modal berupa bahan baku kopi, peralatan penyajian kopi dan booth kendaraan.
Menggunakan sepeda motor matik yang sudah dimodifikasi dengan booth Kopiroro dengan warna dominan hijau, Trihartono keliling menjajakan kopi khas pegunungan Menoreh.
Ia semakin bersemangat tatkala dagangannya laris manis pada ajang Festival Kopi Kulon Progo 2025 yang digelar Agustus hingga Oktober 2025.
Disambut Gembira Para Penyuka Kopi

Trihartono menjual kopi seharga Rp 8 ribu hingga Rp 16 ribu per kap. Tergantung menu dan varian. Ada kopi tubruk, kopi saring, kopi susu SKM, dan kopi susu full cream.
Juga ada es kopi susu SKM, es kopi susu gula aren, es kopi susu sirup, dan es kopi matcha. Namun, menu paling banyak disukai pembeli, terutama anak-anak muda, adalah kopi susu gula aren.
“Alhamdulillah. Kopiroro disambut positif di masyarakat Kulon Progo yang menyukai kopi,” kata Trihartono.
Kopiroro yang memiliki tagline Kulon Progo di Setiap Teguk ini juga disukai para aparat sipil negara di lingkungan Pemkab Kulon Progo.
Trihartono bisa menjual 60 hingga 80 kap per hari. Ia berjualan tiga sesi. Yakni, jam 6-8 pagi. Jam 15-17. Dilanjutkan jam 21.00 – 23.00.
Lokasinya kadang di Alun-alun Wates, Jalan Pengasih-Sentolo, dan beberapa titik yang menjadi tempat ngumpul anak-anak muda.
Dari hasil berjualan Kopiroro selama lima bulan, Trihartono bisa memiliki tabungan. Ia juga bisa membeli perangkat handphone untuk melayani pembelian secara online.
Ia berterimakasih kepada Paniradya Kaistimewan dan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kulonprogo yang telah memfasilitasi menjadi seorang entrepreneur.
Rencananya, Trihartono akan meningkatkan penjualan Kopiroro. Ia mengajak isterinya ikut berjualan kopi keliling.
“Sedang saya siapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, isteri saya sudah bisa jualan,” ujarnya. (*)





