Beranda » Bisnis » Ayam Geprek “Jogyezz” Buka di Timur UMY, Pedasnya Bikin Nagih

Ayam Geprek “Jogyezz” Buka di Timur UMY, Pedasnya Bikin Nagih

Bantul, ZonaJogja.Com – Suka ayam geprek dengan rasa super pedas? Kuliner ini bisa ditemui di Brajan, Tamantirto, Bantul.

Namanya ayam geprek “Jogyezz”. Lokasinya sekitar 1 kilometer timur kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Bagi penyuka ayam geprek di Yogyakarta, nama “Jogyezz” sudah populer. Buka di kampung Pugeran, Mantrijeron.

Nah, “Jogyezz” yang baru di kampung Brajan sekitar 3 bulan lalu ini adalah cabang pertama.

Adalah Susi Natalina, perempuan yang mengelola sekaligus juru masak ayam geprek  “Jogyezz” di Brajan.

“Alhamdulillah, pelanggan semakin banyak,” ujar Susi didampingi Isdiyana, suaminya.

Pasangan suami-isteri yang dikaruniai seorang anak  laki-laki ini berkolaborasi membesarkan “Jogyezz”.

Urusan masak memasak ditangani Nita. Sedangkan pekerjaan pemasaran diurusi Isdiyana.

Jurnalis yang jadi Pebisnis

NAGIH: Ayam geprek “Jogyezz”. (ninik/zonajogja.com)

Bagi Isdiyana, ilmu pemasaran bukan dunia baru. Ia pernah menjadi jurnalis  Yogya Post pada tahun 1995.

Yogya Post adalah surat kabar harian di bawah  Cemara Tujuh Group. Perusahaan ini milik pengusaha Yahya Ombara yang tinggal di ring road Utara.

Selama menjadi reporter di Yogya Post, Isdiyana yang lulusan Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY) jurusan Publisistik 1993 ini menulis berita ekonomi dan bisnis.

Relasinya banyak. Pengalamannya segudang. Namun, dunia jurnalistik ditinggalkan setelah kejayaan Yogya Post berakhir meski sempat membantu menulis sejumlah koran.

Setelah pensiun dari dunia jurnalistik, Isdiyana membuka lembaga pelatihan kerja. Waktu itu, fokusnya bidang properti.

Lembaga ini dibuka di rumahnya yang sekarang menjadi tempat menjalankan usaha ayam geprek “Jogyezz”.

Tapi, lembaga ini tutup setelah terjadi gempa di Yogyakarta pada Mei 2006. Isdiyana mengaku sempat kolebs.

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Isdiyana sempat menjadi buruh.

Berencana Buka Angkringan Kekinian

Jatuh bangun menjalani kehidupan tak menyurutkan semangat Isdiyana menjadi seorang pebisnis.

Hingga akhirnya, Isdiyana dan Susi sepakat membesarkan “Jogyezz” menjadi ladang bisnis.

Bahkan, keduanya berencana membuka angkringan di rumahnya. Angkringan yang  didesain kekinian.

“Mohon doa restunya. Muda-mudahan bisa segera diwujudkan,” kata Isdiyana. (*)

Penulis:

Hobinya menulis, mendaki dan jalan-jalan...

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

Dukung Prioritas Kementerian Kesehatan, Herbalife dan Cita Sehat Luncurkan Program Pencegahan Stunting di Gunungkidul

  • 9 September 2026 16:14 WIB

Yayasan Cita Sehat akan bekerjasama dengan bidan desa, konselor laktasi, dan kader Posyandu untuk memberi pendampingan langsung kepada keluarga rentan.

Gandeng RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Jurnalis Forwakobis Bikin Acara Periksa Kesehatan Gratis di Sayidan

  • 30 Agustus 2026 19:37 WIB

Kepala Bidang Pelayanan BPD DIY Cabang Senopati, Muis yang hadir pada acara ini memberi apresiasi kepada Forwakobis yang memberi atensi terhadap kesehatan masyarakat.

Budi Waljiman Apresiasi Dedikasi Paskibraka

  • 20 Agustus 2026 06:44 WIB

Pengalaman menjadi anggota Paskibraka tidak hanya berkaitan pelaksanaan tugas upacara kenegaraan

4.940 Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026, Diajak Aktif Berorganisasi

  • 15 September 2026 20:26 WIB

UAD tidak hanya berorientasi pencapaian akademik, melainkan  memberi perhatian terhadap pembentukan karakter.

Ajak Masyarakat Gemar Membaca, DPAD DIY dan DPRD DIY Bedah Buku tentang Memaknai Hidup

  • 23 September 2026 09:07 WIB

Buku merupakan hasil belajar bersama dari dinamika jatuh bangun membangun keluarga.

Pembalap Veda Masuk 10 Besar, Bupati Endah Bungah

  • 12 Oktober 2026 07:30 WIB

Setelah balapan berakhir,  pembalap kelahiran Wonosari, 23 November 2008 ini berada pada posisi 6.

Percasi Kota Yogyakarta Siap Berlaga di Kejurnas Catur 2026, Urusan Akomodasi jadi Kendala

  • 1 Oktober 2026 21:34 WIB

Kontingen dari Kota Yogyakarta dapat kuota tujuh orang. Tetapi yang diberangkatkan lewat pengda hanya dua orang. Ini yang perlu dicari jalan keluarnya

Hamzah Batik Malioboro Terbakar

  • 28 September 2026 05:26 WIB

Hingga berita ini diturunkan, api sudah padam. Meski demikian, sejumlah kendaraan pemadam kebakaran masih disiagakan di Jalan Ahmad Yani.