Bantul, ZonaJogja.Com – Maheswa Hakki Sudiro. Anak muda ini berpostur gagah ini adalah kerabat Cendana.
Hakki, begitu sering disapa, adalah anak semata wayang Aryo Winoto. Aryo adalah anak sulung Notosuwito, orang terpandang yang tinggal di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu.
Notosuwito, adik presiden ke-2, HM Soeharto ini menjadi lurah Argomulyo pada tahun 1975 hingga 2005. Ia meninggal dunia 21 April 2006.
Lantas, siapa Hakki? Sejak masih kanak-kanak, cucu Notosuwito ini pendiam. Tak hanya bicara. Tapi, pikirannya tak pernah berhenti. Sering penasaran melihat hal-hal baru.
Ia kerap diskusi dengan orang tuanya. Ngobrol dengan siapa saja tentang apa saja. Menanyakan ini itu. Masih terus bertanya hingga tak ada lagi rasa penasaran.
Saat sekolah di SMP Kesatuan Bangsa, Hakki sudah memperlihatkan sebagai anak yang cerdas dan berprestasi.
Begitu pula saat melanjutkan sekolah ke SMA Kesatuan Bangsa, Hakki terdidik menjadi siswa yang cerdas. Bahkan, brilian.
Daya kritis dan menyukai masalah masalah sosial mendorong Hakki ingin mendalami ilmu kebijakan.
Kegigihan Hakki membuahkan hasil. Ia diterima menjadi mahasiswa Manajemen Kebijakan Publik di Universitas Gadjah Mada.
Selama kuliah, Hakki terus memperkaya diri dengan ilmu kebijakan publik yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.
“Apapun kebijakan itu, muaranya harus untuk kemanfaatan sebanyak-banyaknya bagi masyarakat,” kata Hakki.
Langganan Dapat Penghargaan
Hari-hari Hakki tak hanya kuliah. Ia sering mengikuti berbagai kegiatan ilmiah.
Pernah menjadi peserta Global Goals Summit di Kuala Lumpur tahun 2020. Exchange Programme di University of Leeds (2021-2022), B20 Global Human Capital Summit Protocol and Delegation Coordination di Jakarta (2022).
Mengikuti Indonesia Investment Forum Delegation Support di London (2024), dan Postgraduate Research Consultant at UCL, London, United Kingdom & Yucatan, Mexico (2024-2025).
Hakki juga menerima sederet penghargaan. Antara lain Grand Gold Award, Genius Olympiad, New York (2017), Bronze Medal, Indonesian Science Project Olympiad, Jakarta (2018), Gold Medal, Golden Climate International Environmental Project Olympiad, Nairobi (2018), dan LPDP Scholarship Awardee (2024).
Hakki juga aktif dalam berbagai organisasi. Antara lain Ketua Bidang dan Wakil Bendahara Umum HIPMI PT UGM tahun 2020-2023. Pengurus Yayasan Wangsa Manggala dan Biru Muda Project.
Tertarik mendalami ilmu-ilmu kebijakan publik, Hakki melanjutkan kuliah di University College London. Ia mengambil jurusan Urban Economic Development.
Sepulang mengenyam ilmu dari Inggris, keinginan Hakki berkontribusi terhadap pembangunan daerah semakin menggelora.
“Masyarakat harus disejahterakan dengan kebijakan yang implementatif. Masyarakat harus dibahagiakan,” katanya. (*)












