Beranda » Profil » Inilah Kisah Supono, Pemain Tarkam Badminton yang Pensiun Setelah Kedua Mata Kena Glaukoma

Inilah Kisah Supono, Pemain Tarkam Badminton yang Pensiun Setelah Kedua Mata Kena Glaukoma

Dalam hatinya, Supono ingin tetap bisa olahraga bulutangkis. Tapi, keinginan itu tinggal harapan.

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Ini kisah sedih seorang pemain bulutangkis bernama Supono.

Bagi penyuka olah raga badminton dari Yogyakarta, Bantul, Sleman, juga Gunungkidul dan Kulon Progo, nama Supono sangat familiar.

Pria yang tinggal di kampung Krapyak, Panggungharjo ini sudah bermain bulutangkis sejak muda.

Kemampuannya tak berlebihan dikatakan di atas rata-rata untuk “kelas tarkam”.

Teknik bermain Supono sangat mumpuni. Dikenal sebagai pemain  yang alot saat bermain di lapangan.

Ia lebih memilih  bertahan daripada menyerang. Strategi itu membuat lawan-lawannya kewalahan karena kehabisan tenaga.

Stamina Tak Ada Duanya

Perlu diketahui saja. Supono yang dulu menjadi pegawai salah satu bank pelat merah ini bisa bermain 4-5 sesi per hari. Setiap sesi bisa 2-3 kali permainan.

Setelah purna tugas, hari-hari Supono habis di lapangan. Ya, stamina Supono memang tak ada duanya. Lawan-lawannya  harus mengakui kehebatan Supono setelah kalah berebut angka pada perhitungan klasik, yakni 30.

Tetapi, siapa menduga bila Supono harus pensiun bermain bulutangkis? Ia tak lagi bisa mengecoh “musuh musuhnya” untuk selama-lamanya?

Ia tak lagi dapat menyanggupi ajakan persahabatan dari kelompok kelompok bulutangkis yang berada di DIY, bahkan juga Jawa Tengah.

Sejak empat bulan lalu, Supono tak lagi bisa melihat setelah hampir 4 tahun sakit glaukoma.

Glaukoma adalah kerusakan pada saraf optik mata akibatkan peningkatan tekanan dalam bola mata. Kondisi tersebut sering dijuluki “si pencuri penglihatan”, karena berkembang pelan tanpa gejala pada tahap awal.

Dan, glaukoma merupakan salah satu penyebab kebutaan permanen tertinggi di dunia. Itulah yang dialami Supono yang kini berusia 67 tahun.

Bermula dari Penglihatan Mata Kiri yang Kabur 

Diawali mata kiri yang tak bisa melihat pada 4 tahun lalu, kini mata sebelah kanan juga menyusul.

“Saya sudah tidak bisa melihat lagi. Apapun kondisinya, saya harus ikhlas,” ujar Supono saat mampir di Pecel Magetan “Mbak Ninik”, hari ini (13/10/2026).

Saat kulineran pagi ini, Supono diantar Fuad, teman semasa bermain badminton. Keduanya baru saja menghadiri pengajian rutin Selasa pagi di Masjid Attakhim di Jalan KHA Dahlan.

Supono memang aktif mengikuti pengajian di mana-mana dalam kurun waktu sekitar 10 tahun terakhir. Ia menghadiri pengajian bersama isterinya.

Ketika tidak ada jawal pengajian, Supono memilih berada di rumah. Ia tetap melayani para pelanggan yang ingin tukar tambah raket bekas. Juga melayani pelanggan yang ingin membeli peralatan olahraga badminton.

Karena sudah tidak bisa lagi melihat, Supono sejak 5 bulan lalu tidak lagi melayani pemasangan senar.

Dalam hatinya, Supono ingin tetap bisa olahraga bulutangkis. Tapi, keinginan itu tinggal harapan.

“Bismillah. Saya harus menghadapi  kenyataan ini dengan hati yang lapang karena semata-mata mendapatkan ridha Allah SWT,” katanya. (*)

Penulis:

Hobinya menulis, mendaki dan jalan-jalan...

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

Pertamina Gelar SMEXPO di Pasar Ngasem

  • 3 Oktober 2026 07:16 WIB

Pertamina SMEXPO melibatkan 48 UMKM. Lebih dari 6 ribu produk dijual. Ada kuliner, kerajinan, fashion, dan agribisnis.

APMF 2026 Digelar di Bali, Agendanya Ubah Insight jadi Struktur Pengambilan Keputusan

  • 5 Agustus 2026 17:19 WIB

APMF 2026 mengajak para praktisi menyusun kerangka berpikir dan strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi perubahan industri dalam jangka panjang.

Ajak Masyarakat Gemar Membaca, DPAD DIY dan DPRD DIY Bedah Buku tentang Memaknai Hidup

  • 23 September 2026 09:07 WIB

Buku merupakan hasil belajar bersama dari dinamika jatuh bangun membangun keluarga.

Sedang Bingung Bayar SPP Kuliah? Coba Cara Ini, Pemkot Yogyakarta Bagi Bagi Beasiswa

  • 11 Oktober 2026 14:32 WIB

Nominal JPD PT tahun 2026  disesuaikan UKT dengan nominal maksimal Rp 8 juta per tahun.

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna

  • 9 Agustus 2026 20:11 WIB

Tim gabungan Joint Operation selanjutnya akan mengintensifkan pemeriksaan terhadap para tersangka.

CIMB Niaga Bantu Anak Muda Kelola Keuangan, Adopsi OCTO Terus Menunjukkan Tren Positif

  • 10 jam yang lalu

Peluncuran OCTO untuk Pejuang Mimpi merupakan bagian komitmen berkelanjutan CIMB Niaga melalui Kejar Mimpi.

YK Festisale Digelar Selama Sebulan, 57 Hotel Beri Diskon Hingga 55 Persen

  • 30 September 2026 23:13 WIB

Penyelenggaraan YK Festisale untuk mendorong promosi, transaksi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Buka Layanan OEC, OMRON Bantu Masyarakat Turunkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung

  • 20 Agustus 2026 16:46 WIB

OMRON Experience Center menghadirkan pusat layanan teknis, termasuk servis dan kalibrasi alat yang efisien, agar masyarakat dapat menjaga konsistensi pemeriksaan tekanan darah tanpa kendala.