Beranda » Headline » Meningkat, Ancaman terhadap Pemeriksa Fakta, Koalisi Cek Fakta Temui Dewan Pers

Meningkat, Ancaman terhadap Pemeriksa Fakta, Koalisi Cek Fakta Temui Dewan Pers

Jakarta, ZonaJogja.Com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) yang tergabung dalam Koalisi Cek Fakta, audiensi dengan Dewan Pers.

Pertemuan ini merespons meningkatnya ancaman yang dihadapi  pemeriksa fakta di Indonesia. Kepada Dewan Pers, Koalisi Cek Fakta juga mendiskusikan tantangan yang dialami pemeriksa fakta.

Termasuk intimidasi, tekanan hukum, dan kekerasan digital. Serta mengidentifikasi kebutuhan perlindungan yang layak dan mendesak.

Mia Delliana Mochtar dari AMSI memaparkan pentingnya peran pemeriksa fakta memastikan kebenaran informasi di tengah maraknya hoaks.

BERITA LAIN: Qurban Bersama, 3 Rumah Sakit Muhammadiyah Potong 12 Sapi dan 30 Kambing

“Namun, teman-teman sering menghadapi berbagai ancaman yang memerlukan perlindungan,” beber Mia.

Sekadar diketahui, Koalisi Cek Fakta didirikan tahun 2018. Program ini merupakan inisiatif bersama antara AJI, AMSI, dan MAFINDO.

Survei yang dilakukan Koalisi Cek Fakta menunjukkan 10 dari 38 responden pernah mendapatkan ancaman.

Contoh intimidasi yang terjadi termasuk doxing terhadap pemeriksa fakta Liputan 6 yang mengakibatkan harus mengungsi ke rumah aman dan mengadu ke Komnas HAM.

Juga ada pemeriksa fakta yang mengundurkan diri. Survei juga menunjukkan 21,05 persen responden pernah mengalami intimidasi saat mempublikasikan konten cek fakta, terutama terkait politik, satir, kesehatan, pemilu, dan sepak bola.

Dampak yang ditimbulkan meliputi trauma, keengganan menulis artikel, dan bahkan berhenti dari profesi pemeriksa fakta.

BERITA LAIN: Top Markotop ! Tim Futsal UAD Raih Treble Winner 2025

Koordinator AJI Indonesia, Naharin Ni’matun menegaskan, pemeriksa fakta terancam Undang-Undang ITE. Pemerika fakta memerlukan perlindungan khusus.

“Saya mengusulkan agar pemeriksa fakta dapat dikategorikan sebagai Human Rights Defender,” kata Naharin.

Aribowo Sasmito dari MAFINDO mengungkapkan, tanda-tanda serangan terhadap jurnalis dan pemeriksa fakta baik kembali menjadi tren. Termasuk kasus doxing nomor pribadi dan ancaman somasi.

Direktur Eksekutif AMSI, Felix Lamuri mendukung gagasan pemeriksa fakta sebagai HRD, dan pentingnya berjejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.

Anggota Dewan Pers Periode 2025 – 2028, Abdul Manan menyarankan  membuat klasterisasi pemeriksa fakta wartawan yang berpengaruh untuk perlindungan cek fakta.

BERITA LAIN: Selama Dua Hari, Tapak Suci Muhammadiyah Kehilangan 3 Pesilat

Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis, Erick Tanjung mengusulkan jejaring pengaman bagi pemeriksa fakta non-jurnalis melalui  Tim Advokasi Untuk Demokrasi.

Tim terdiri PBHI, YLBHI, serta beberapa lembaga pro-bono. Ia juga menyoroti pembela HAM tidak bisa dipidana secara hukum karena kegiatannya, termasuk kerja-kerja cek fakta.

Setelah pertemuan ini, akan dirumuskan rencana aksi untuk mengimplementasikan langkah perlindungan yang dapat diterapkan di tingkat lokal maupun nasional. (*)

Penulis:

Hobinya menulis, mendaki dan jalan-jalan...

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

Dakwah Wisata, Suara Muhammadiyah Buka Toko Oleh Oleh 1915

  • 11 Agustus 2026 13:07 WIB

Toko Oleh Oleh 1915 merupakan yang pertama dimiliki Muhammadiyah.

Terpilih Aklamasi, Muhlisin Ketua Umum KKPJ Hingga 2030

  • 9 September 2026 17:01 WIB

Peserta Musbeslub dihibur penampilan Sanggar Seni Panca Manggala, aksi  Jurus Tunggal dari PSHT Maluku Utara, dan Tari Jaranan Turonggo Yakso.

Dies Natalis ke-40, UMBY Siapkan Buka Program Magister Manajemen dan Psikologi

  • 1 Oktober 2026 20:22 WIB

Rektor UMBY, Agus Slamet mengatakan UMBY  sedang menuju ke kampus unggul. 

Mau Rasa Beda? Coba Rasakan Nikmatnya Kopi Nirmalagiri

  • 26 September 2026 08:40 WIB

Koling dan Darling Merapi didukung  Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan dan Bank Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Enam Senator Kunjungi Sekolah Rakyat di Kulon Progo, Pastikan Tepat Sasaran bagi Anak Anak dari Keluarga Miskin

  • 9 September 2026 08:47 WIB

Program untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan ini diselenggarakan dengan tiga aspek tujuan.

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna

  • 9 Agustus 2026 20:11 WIB

Tim gabungan Joint Operation selanjutnya akan mengintensifkan pemeriksaan terhadap para tersangka.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY Meninggal Dunia

  • 3 Oktober 2026 19:41 WIB

Kabar meninggalnya bendahara DPD Partai Gerindra DIY itu disampaikan melalui akun instagram Gerindra DIY.

Tim Setmilpres ke Kulon Progo, Sambangi Museum Pawukon yang Diinisiasi GKR Bendara

  • 11 Oktober 2026 09:58 WIB

Kitab ini disimpan di Museum Pawukon di Sidorejo, Lendah. Museum ini sekaligus menjadi daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal.