Bisnis

Krista Exhibitions Gelar “Jogja Printing Expo”, jadi Momentum Strategis bagi Pelaku Industri

340
×

Krista Exhibitions Gelar “Jogja Printing Expo”, jadi Momentum Strategis bagi Pelaku Industri

Sebarkan artikel ini
JOGJA EXPO PRINTING: CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim menyatakan, pameran akan mendorong kemajuan industri percetakan nasional serta memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat inovasi industri kreatif. (azam/zonajogja.com)

Bantul, ZonaJogja.Com – Mendukung pertumbuhan industri percetakan nasional, Krista Exhibitions menyelenggarakan Jogja Printing Expo 2025.

Event adalah pameran industri percetakan pertama yang diselenggarakan di Yogyakarta.

Pameran yang berlangsung  di Jogja Expo Center (JEC) 21-24 Mei 2025 ini menjadi momentum strategis bagi para pelaku industri.

Mereka menampilkan transformasi dan kemajuan teknologi yang membentuk masa depan industri percetakan di Indonesia.

Event Jogja Printing Expo 2025 diselenggarakan  bersamaan dengan Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo 2025.

BERITA LAIN: Anaknya Berdoa saat Pengambilan Undian, Pesepeda dari Notoprajan Dapat Doorprize Sepeda Motor

PRESS CONFERENCE: Dihadiri 72 jurnalis dari media elektronik, online dan cetak untuk menginformasikan penyelenggaraan Jogja Printing Expo 2025. (azam/zonajogja.com)

Sinergi keempat pameran ini menciptakan ekosistem industri yang saling terhubung, mulai percetakan, pengemasan, makanan dan minuman, hingga sektor minuman teh.

Sinergi ini membuka peluang kolaborasi antar sektor serta memperluas jaringan bisnis lintas industri.

“Kami percaya pameran ini akan mendorong kemajuan industri percetakan nasional serta memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat inovasi industri kreatif, “ kata CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim pada jumpa pers, hari ini (19/5/2025).

Jogja Printing Expo 2025 menampilkan berbagai inovasi terbaru dalam dunia digital printing, mesin cetak industri, teknologi finishing, hingga solusi percetakan berkelanjutan.

BERITA LAIN: Musda Partai Golkar DIY, Singgih Januratmoko Gantikan Gandung Pardiman

Pameran dirancang sebagai platform strategis bagi pelaku usaha, UMKM, desainer grafis, penerbit, rumah produksi, hingga institusi pendidikan.

Mereka bisa menjelajahi teknologi terkini, membangun kemitraan bisnis, dan memahami tren global dalam industri percetakan.

Daud mengungkapkan, Jogja Printing Expo 2025 merupakan momentum penting bagi perkembangan industri percetakan di Yogyakarta.

Diikuti 27 peserta. Sebanyak 10 peserta merupakan pelaku industri percetakan. Selama empat hari, Jogja Printing Expo menargetkan didatangi 12 ribu pengunjung.

BERITA LAIN: Mau Nostalgia sambil Kulineran? Kunjungi Pasar Kangen UNY

“Pameran ini menjadi platform strategis untuk menampilkan inovasi teknologi terkini, sekaligus memperkuat sinergi antar sektor industri,” kata Daud.

Selain pameran, juga diselenggarakan seminar. Misalnya Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) yang mengajak peserta menyelami dua topik kunci.

Yakni, “Prospek Bisnis Industri Berbahan Baku Kertas” dan “Prospek Bisnis Industri Kemasan”.

Seminar mengulas dinamika rantai pasok serta inovasi produk dalam cetak modern yang terus berkembang.

BERITA LAIN: Hari Ini, 3 Guru Besar Dikukuhkan, Kini Universitas Ahmad Dahlan Miliki 52 Profesor

INOVASI BARU: Salah satu produk terbaru yang akan dipamerkan di Gedung JEC, 21-24 Mei. (jogjaprintexpo.com)

Sementara itu, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) mengangkat tema “Peluang dan Tantangan UMKM di Era Artificial Intelligence”.

Menutup rangkaian seminar, Printpack Magazine menyajikan wawasan mendalam lewat sesi “Bringing Smarter Future for Printing Packaging Products”.

Seminar ini membedah tren dan teknologi cetak kemasan masa depan yang siap bersaing di kancah global.

Jogja Printing Expo 2025 menghadirkan program business matching yang menghubungkan pelaku usaha, pemilik brand, penyedia teknologi, dan calon mitra bisnis potensial.

Pertemuan yang dikurasi secara profesional ini menjadi momentum strategis membangun kerjasama baru, memperluas jaringan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor grafika dan manufaktur kreatif.

BERITA LAIN: Kandang “Merah Putih” Charoen Pokphand Indonesia Bantu Masyarakat Disabilitas

“Seminar dan business matching menjadi wadah penting untuk mendukung industri percetakan dan pengemasan yang berkelanjutan dan adaptif,” kata Daud.

Acara Jogja Printing Expo 2025 didukung Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kamar Dagang Industri  Indonesia, dan KADIN DIY.

Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGII), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Jogja Chinese Art & Culture Center (JCACC), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DIY. (*)