Sport

Percasi Ingin Yogyakarta jadi Kota Catur, jadi Olahraga Populer ke-2 Setelah Sepakbola

9
×

Percasi Ingin Yogyakarta jadi Kota Catur, jadi Olahraga Populer ke-2 Setelah Sepakbola

Sebarkan artikel ini
CATUR JADI PRIMADONA: Ketua Percasi Kota Yogyakarta, Inung Nurzani menyatakan program prioritas Percasi Kota Yogyakarta sampai 4 tahun ke depan adalah olahraga catur menjadi kurikulum sekolah. (istimewa)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Setelah menunggu selama kurang lebih 2 bulan, pengurus Pengkot Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Yogyakarta dilantik.

Acara pelantikan berlangsung di Aula KONI DIY  Jalan Kenari 14 Semaki, Umbulharjo, hari ini (16/8/2026).

Dihadiri Ketua Umum Pengda Percasi DIY, Iwan Prihastomo;  Ketua Bidang Sarpras dan Perlengkapan KONI Kota Yogyakarta, Mazda Siwi Haryanto; Ketua Percasi Kota Yogyakarta, Inung Nurzani; dan Dinas Dispora Kota Yogyakarta.

Inung Nurzani  menyatakan, surat keputusan pengurus Percasi Kota Yogyakarta periode 2026-2030 bukan piagam penghargaan. Tapi kontrak kerja.

“Hari ini hingga empat tahun ke depan, kita bersama-sama mengabdi kepada catur Kota Yogyakarta,” kata Inung usai dilantik menjadi ketua Percasi Kota Yogyakarta.

Sekadar diketahui, Inung  yang menjadi calon tunggal ini   terpilih menjadi ketua setelah 11 dari 16 klub catur memilih namanya pada musyawarah kota yang dilaksanakan 2 Mei lalu.

Pengda Percasi DIY kemudian mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 003/KPTS/PERCASI DIY/KU/VI/2026 tentang Pengesahan Susunan Personalia Pengurus Kota Percasi Kota Yogyakarta.

Surat ditandatangani Ketua Percasi DIY, Iwan Prihastomo FM PU WNP dan Jumariyanto ST WN PNP (sekretaris) tanggal 8 Juni 2026.

Gudang Emas Ada di Sekolah

Inung menyebut di Kota Yogyakarta terdapat 169 SD, 66 SMP, 48 SMA, dan 30 SMK. Jumlah tersebut belum termasuk puluhan kampus dan ratusan ribu anak muda.

Pertanyaannya sekarang, berapa banyak dari mereka yang telah menggerakkan pion dan raja?

“Saya belum bisa menyebut angka pasti. Tapi, jumlahnya sedikit. Penyebabnya, olahraga catur  jalan di tempat. Klubnya itu-itu saja. Atletnya itu-itu saja. Padahal gudang emasnya ada di sekolah,” ungkapnya.

SELAMAT BEKERJA: Pengurus Percasi Kota Yogyakarta periode 2026-2030. (istimewa)

Itulah sebabnya,  Inung menyatakan  program prioritas Percasi Kota Yogyakarta sampai 4 tahun ke depan adalah catur menjadi kurikulum sekolah.

Kepala sekolah akan didatangi. Pelatih diturunkan ke SD, SMP, dan SMA. Percasi menjadwalkan akan menyelenggarakan Liga Pelajar Kota Jogja setiap 3 bulan.

Targetnya, empat tahun ke depan, setiap sekolah di Yogyakarta mempunyai ekstrakurikuler catur.

Percasi juga menargetkan catur menjadi olah raga nomor 2 paling populer di sekolah setelah sepak bola.

Ajak Anak Berprestasi di Olahraga Catur

BERITA ACARA: Ketua Umum Pengda Percasi DIY, Iwan Prihastomo menandatangani berita acara pelantikan. (wan)

Mewujudkan target itu, Inung berharap dukungan KONI, Dispora, dan para donatur. Ia juga mengajak klub dan pelatih bisa bergabung dengan Percasi Kota Yogyakarta.

“Kepada para orang tua, titipkan anak penjenengan kepada kami untuk berprestasi di olahraga catur,” kata Inung.

Ketua Bidang Sarpras dan Perlengkapan KONI Kota Yogyakarta, Mazda Siwi Haryanto mendorong pengurus baru memperbanyak komunikasi.

“Karena di catur ini, nuwun sewu, orangnya cerdas-cerdas semua. Karena yang digerakkan itu barang mati semua. Kalau tidak punya kemampuan lebih, tidak mampu mengatur jalannya permainan catur,” kata Mazda.

Ia berharap pelantikan menjadi awal kesuksesan Percasi Kota Yogyakarta. (*)