oleh

Tak Berharap Danais, Gandung Pardiman Support Film Jemparingan

YOGYAKARTA, ZonaJogja.Com – Tradisi jemparingan segera ditayangkan melalui film layar lebar. Proses penggarapan film dilaksanakan 11 Desember 2021 hingga 30 Januari 2022.

Film berdurasi sekitar 20 menit  ini dibiayai secara mandiri.  Sutradara film Jemparingan dipercayakan kepada Septin Prahoro. Sedangkan produser, Yudhi Kurniawan.

Yudhi mengungkapkan, film Jemparingan mengangkat kembali nilai-nilai yang diwasiatkan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

“Salah satunya jemparingan,” kata Yudhi Kurniawan kepada ZonaJogja.Com, hari ini (13/12/2021).

Esensi dalam budaya jemparingan adalah memiliki spirit, greget, percaya diri dan tanggung jawab.

Acara tasyakuran menandani dimulainya produksi film digelar di Graha Gandung Pardiman Center (GPC) Numpukan Karangtengah Kapanewon Imogiri, Bantul, 5 Desember lalu.

Dihadiri anggota DPR RI,  Drs HM Gandung Pardiman MM dan anggota DPRD Bantul,  H Suryono SE SM.

Film Jemparingan melibatkan 100 orang.  Kata Yudhi, tujuan pembuatan film masih sebatas menyuguhkan informasi dan edukasi.  Harapannya, anak-anak muda  bisa menghargai nilai budaya.

BACA JUGA: Hewan Ini Ternyata Bisa Menghambat Kanker Payudara

YUDHI KURNIAWAN: Produser film Jemparingan. (istimewa)

Film Jemparingan tidak ditayangkan di YouTube, juga bukan untuk film layar lebar. Film ini bukan berorientasi bisnis. Tetapi edukasi dan informasi.

Rencananya, pemutaran perdana film Jemparingan pada pertengahan Februari 2022. Diputar di kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Bantul dan Gunungkidul.

“Kami tidak berharap Dana Keistimewaan. Film ini hadir karena  kepedulian kami melestarikan budaya,” ujarnya.

Pengambilan gambar mengambil lokasi Monumen Lumpang Mancasan Piyungan Bantul, Kandang Sapi Srimartani Piyungan Bantul, Candi Abang Jogotirto Berbah Sleman.

Makam Ratu Malang dan Ki Panjang Mas Pleret Bantul, Petilasan Ki Ageng Mangir Pajangan Bantul, Puncak Kleco Samigaluh Kulonprogo, Lencoh Selo Boyolali Jawa Tengah dan Gumuk Pasir Parangkusumo Kretek Bantul.

Sekadar diketahui, Jemparingan menjadi olahraga panahan khas Kerajaan Mataram yang berasal dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Jemparingan dikenal sejak kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792), raja pertama Kraton Yogyakarta.

(aza/asa)