Kronika

Ratusan “Mata Sakti” Pantau Situasi Jalan 24 Jam Nonstop, Berwisata di DIY Makin Menyenangkan

43
×

Ratusan “Mata Sakti” Pantau Situasi Jalan 24 Jam Nonstop, Berwisata di DIY Makin Menyenangkan

Sebarkan artikel ini
MATA SAKTI: Layanan berbasis CCTV ini untuk mendukung informasi lalu lintas, membantu mobilitas masyarakat, serta menyediakan akses informasi publik agar masyarakat mudah memantau kondisi jalan. (jogjaprov.go.id)

Yogyakarta, ZonaJogja.Com –  Liburan di tempat wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin menyenangkan.

Para wisatawan bisa mengakses layanan CCTV untuk memantau lalu-lintas, termasuk kondisi di tempat wisata.

Pemprov DIY terus menambah pemasangan closed circuit television (CCTV) yang tersebar di  Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul.

Hingga Februari 2025 , sebanyak 374 CCTV dipasang di  tempat pariwisata dan titik-titik keramaian di wilayah DIY. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari ratusan CCTV yang dikelola  kota dan kabupaten.

Ratusan CCTV  yang on selama 24 jam itu terhubung dengan sistem Smart Province DIY.

Nah, perangkat  CCTV  yang dipasang di jalan nasional, jalan provinsi, jalan kota dan jalan kabupaten yang dibiayai Dana Keistimewaan diberi nama “Mata Sakti”.

Pengelola “Mata Sakti” adalah Dinas Komunikasi dan Informatika DIY.

Pemantau Itu Bernama “Mata Sakti”

REALTIME: Pantau berbagai sudut Daerah Istimewa Yogyakarta secara realtime dengan jaringan CCTV terlengkap untuk pengalaman yang lebih mudah dan praktis. (https://jogjaprov.go.id/cctv)

Apa itu “Mata Sakti”? Layanan berbasis CCTV ini untuk mendukung informasi lalu lintas, membantu mobilitas masyarakat, serta menyediakan akses informasi publik agar masyarakat  mudah memantau kondisi jalan.

Sistem dalam “Mata Sakti” juga dilengkapi teknologi pengenal wajah (face recognition) dan terhubung dengan Back Office Smart Province DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Harapannya, fasilitas “Mata Sakti” semakin memudahkan masyarakat dan para wisatawan memantau kondisi lalu-lintas secara online saat hendak liburan ke DIY, terutama saat-saat antrian panjang pada hari libur.

Hingga tahun 2026, pemasangan CCTV yang dibiayai Dana Keistimewaan sebanyak 22 titik. Tersebar di wilayah DIY.

Meliputi Kota Yogyakarta di Alun-alun Selatan, Tugu, Simpang Tugu, Stasiun Tugu, Jalan Pasar Kembang, Plaza Malioboro, Depan Pasar Beringharjo, dan Nol Kilometer.

Di Sleman, CCTV dipasang di Museum Gunung Merapi, Candi Prambanan, Tebing Breksi, Candi Sari, Bukit Klangon, Gunung Ngglanggeran, Embung Tambakboyo, Candi Ijo, dan Candi Ratu Boko.

Sedangkan di Bantul, CCTV dipasang  di Parangtritis,  Kebun Buah Mangunan. Di Gunungkidul, CCTV dapat ditemui di Pantai Baron, Pantai Pandansari, dan Pantai Sadeng.

Fasilitas CCTV membuat wisatawan yang ingin liburan semakin mudah mengetahui kondisi lalu-lintas yang akan dituju melalui “Mata Sakti”.

Selain tempat wisata, CCTV “Mata Sakti” dipasang di persimpangan dan ruas jalan yang rawan macet.

Masyarakat dan wisatawan dari luar DIY dapat mengetahui kondisi lalu-lintas terkini melalui laman resmi https://cctv.jogjaprov.go.id (*)