Jadi Perguruan Tinggi Kualitas Internasional, Sampoerna University Dorong Akselerasi Pemimpin Bangsa

JAKARTA, ZonaJogja.Com – Sampoerna University. Inilah perguruan tinggi berkualitas internasional. Sampoerna University merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan kurikulum berstandarkan pendidikan di Amerika.
“Dengan standar nasional dan internasional, Sampoerna University berkomitmen selalu memberi kontribusi substantif kepada masyarakat Indonesia melalui pendidikan,” kata Rektor Sampoerna University, Dr Wahdi Yudhi seperti dilansir sampoernauniversity.ac.id.
Komitmen tersebut sesuai Sampoerna University mendorong akselerasi pengembangan pemimpin masa depan Indonesia yang siap berkompetisi di kancah global.
Yudhi mengatakan, persaingan global tak bisa dihindari. Kompetisi tingkat dunia yang bisa mengangkat, tapi juga bisa menenggelamkan.
BACA JUGA: Lolos Program Kampus Mengajar, Mahasiswa UMBY Dapat Hadiah Konversi SKS

DR WAHDI YUDHI: Rektor Sampoerna University. (sampoerna foundation)
Itulah sebbanya. Era globalisasi seperti sekarang membutuhkan orang-orang kreatif dan inovatif. Harus intens melakukan terobosan untuk memahami perubahan jaman dan kebutuhan pasar.
Konsekuensi pesatnya perkembangan zaman mengharuskan anak-anak muda mampu mengikuti tuntutan perubahan. Siap atau tidak siap, anak-anak milenial harus menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif.
Sehingga para pemuda perlu dibekali dengan pendidikan karakter yang bisa menumbuhkan kemampuan beradaptasi dan menciptakan inovasi dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila
“Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, presiden mendorong peningkatan sumber daya manusia, pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang didukung dengan kerja sama industri dan talenta global,” beber Yudhi.
BACA JUGA: 12 Persen Pengangguran di Indonesia Didominasi Sarjana dan Lulusan Diploma
Ada dua sasaran pembangunan sumber daya manusia. Pertama, meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. Kedua, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.
Pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing merupakan upaya menelurkan pekerja berkualitas dan berdaya saing secara global.
Output ini setidaknya bisa direalisasikan melalui lima langkah.
Pertama, Pelatihan atau Training. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan individu, kemampuan, dan membangun sikap positif.
Kedua, Pendidikan. Tujuannya peningkatan kualitas pekerjaan. Ketiga, Pembinaan. Bertujuan mengembangkan kemampuan, agar pekerja mengerti peraturan yang berlaku dan SOP perusahaan.
Keempat, Recruitment. Tujuannya menentukan strategi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kelima, Penghargaan. Tujuannya tak lain memotivasi pekerja lebih enerjik.
BACA JUGA: Mantan Direktur YLBHI Heran, Investasi Telkomsel ke GoTo Didiamkan

KELAS DUNIA: Mahasiswa Sampoerna University sedang menjalani perkuliahan. (ist)
“Pertanyaannya sekarang, apakah sumber daya manusia berkualitas sudah cukup menjadi modal bersaing di era globalisasi?” tanya Yudhi.
Riset yang dilakukan Dirjen Pendidikan Tinggi beberapa waktu lalu menyebutkan peringkat daya saing yang dirilis World Economic Forum (WEF) memperlihatkan posisi Indonesia menurun.
Posisi Indonesia pada periode 2015-2016 berada di peringkat ke-37 dari 138 negara. Pada periode 2016-2017 turun ke urutan ke-41. Posisi Indonesia ini berada di bawah negara-negara serumpun, seperti Singapura (2), Malaysia, (18) dan Thailand (32).
Sekadar diketahui, penentuan peringkat yang dilakukan WEP menggunakan metodologi yang didasarkan pada penilaian atau perhitungan terhadap 12 pilar atau indikator.
Dua belas pilar diasumsikan menjadi faktor penggerak dan faktor efisiensi iklim usaha ekonomi negara. Penilaian yang menggunakan skor nilai 1 hingga 7 ini menghasilkan peringkat forty one bagi Indonesia.
BACA JUGA: Mahasiswa UMY Bikin Pelatihan, Bantu Branding Jamu Gendong di Lopati Srandakan
Pilar-pilar tersebut merepresentasikan kondisi kelembagaan negara, infrastruktur, stabilitas makro ekonomi, tingkat kesehatan dan pendidikan dasar, pendidikan tinggi dan intensitas pelatihan-pelatihan.
Efisiensi dalam usaha perdagangan, pasar tenaga kerja, keunggulan pasar keuangan, ketersediaan teknologi, keterjangkauan pasar, kecanggihan berbisnis, serta kemampuan inovasi.
Bagaimana dengan pembangunan revolusi mental dan pembangunan kebudayaan?
Yudhi menandaskan, revolusi mental tidak cukup mengandalkan niat baik. Namun harus memperhitungkan perubahan struktural dalam interaksi masyarakat.
“Di ranah pendidikan, revolusi mental harus mempertimbangkan struktur pemaknaan, dominasi, dan legitimasi,” tegas Yudhi. (*)
KOMENTAR (0)
PILIHAN REDAKSI
Ulang Tahun ke-56, Sekda Kota Yogyakarta Serahkan Tumpeng ke Kadri Renggono
- 15 September 2026 20:47 WIB
Pada hari bahagia, Budi menyerahkan potongan tumpeng kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadri Renggono.
Dakwah Wisata, Suara Muhammadiyah Buka Toko Oleh Oleh 1915
- 11 Agustus 2026 13:07 WIB
Toko Oleh Oleh 1915 merupakan yang pertama dimiliki Muhammadiyah.
Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Pecinta Alam Gelar Upacara di Monumen Rudal Merapi
- 18 Agustus 2026 10:55 WIB
Saat terjadi erupsi Gunung Merapi tahun 2010, monumen rudal rusak. Tahun 2017, monumen kembali dibangun di Desa Kinahrejo.
1.000 Orang Membatik di Sepanjang Jalan Malioboro
- 3 Oktober 2026 18:48 WIB
Acara membatik bersama semakin membuat masyarakat, terutama anak-anak muda, mencintai batik.
76 Sekolah Ikuti MLSC Yogyakarta Seri 1, 1.294 Atlet Berlaga di Rumput Hijau
- 19 September 2026 22:04 WIB
MLSC bertujuan mempopulerkan sepak bola putri agar dapat membawa nama Indonesia ke pentas dunia di masa depan.
Tim Catur Kota Yogyakarta Juara Umum, Dapat 7 Emas 5 Perak 5 Perunggu
- 25 Agustus 2026 19:52 WIB
Kejuaraan tahun ini menjadi ajang mencetak prestasi para pecatur muda, termasuk memburu tiket menjadi atlet daerah yang akan berlaga di tingkat nasional.
Danais Dukung Jogja Book Fair 2026, Anak-Anak Muda Serbu Pameran Arsip Keistimewaan
- 30 Agustus 2026 18:13 WIB
Puluhan program acara pendamping telah disiapkan selama penyelenggaraan kegiatan yang akan berakhir 8 September mendatang.
Teater Jogja Manggung, Pentaskan Saksi Mata dan Telinga Karya Seno Gumira
- 30 September 2026 12:24 WIB
Dalam pentas kali ini, Teater Jogja menempatkan seni teater sebagai medium pembacaan kritis atas kenyataan sosial.

Saat ini belum ada komentar