Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Pemkot Yogyakarta menyatakan stok sapi dan kambing pada Idul Adha tahun ini aman.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memperkirakan hewan kurban yang akan disembelih mencapai 7.952 ekor yang tersebar di 600 lokasi pemotongan.
Pada Idul Adha 2025, total hewan kurban yang disembelih mencapai 8.253 ekor di luar rumah potong hewan di Giwangan, Umbulharjo. Terdiri 2.477 sapi, 1.342 kambing, dan 4.434 domba.
“Hewan kurban sapi didatangkan dari Bali, Madura dan DIY,” terang Wakil WaliKota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat memantau pasokan hewan ternak (8/5/2026).
Lokasi yang didatangi adalah peternakan sapi UD Segar Farm di Pakuncen, Kemantren Wirobrajan.
Wawali didampingi Dandim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono SIP MHI beserta organisasi perangat daerah (OPD) terkait di Kota Yogyakarta dan Pemda DIY.
Stok Sapi Lokal Tak Mencukupi

Peternak mengambil mendatangkan dari daerah lain karena kebutuhan sapi lokal tidak mencukupi. Jumlahnya hanya sekitar 200 ekor.
“Sehingga mengambil dari Wonosari, Madura, Bali, dan daerah lain. Insyaallah stok sapi bisa terpenuhi,” kata Wawali didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi.
Meski stok sapi cukup, tren pembelian hewan kurban pada tahun ini mengalami pergeseran.
Bila Idul Adha tahun lalu sapi menjadi pilihan utama, sekarang masyarakat cenderung memilih kambing atau domba dijadikan hewan kurban.
“Faktornya karena kenaikan harga sapi sekaligus rendahnya daya beli masyarakat,” timpal Sukidi.
Tahun ini, harga sapi berkisar Rp 24 juta hingga 70 juta. Tahun lalu, harga berkisar Rp 19 juta – Rp 20 juta. Sementara harga kambing sangat terjangkau.
“Sangat mungkin hewan yang banyak disembelih adalah kambing dan domba,” kata Sukidi.
Penjualan Sapi Menurun
Prakiraan Wawali dan Sukidi dibenarkan pedagang sapi. Pengakuan Suharsoyo dari UD Segar Farm, Pakucen, misalnya.
Sukidi memperkirakan penjualan sapi tahun ini menurun dibanding tahun 2025.
Tahun lalu, UD Segar Farm bisa menjual 302 sapi. Tahun ini diperkirakan hanya bisa menjual sekitar 250 ekor.
“Banyak panitia penyembelihan yang dulu pesan 10 ekor, sekarang jadi tujuh atau delapan ekor,” Suharsoyo.
Saat ini, kandang di UD Segar Farm terdapat 92 sapi. Jumlah tersebut terus ditambah secara bertahap hingga mencapai 300 ekor.
Antara lain tersedia sapi limosin, Madura, metal, dan ongole pagon. Sapi limosin dengan harga Rp 25 juta – Rp 30 juta paling banyak diminati masyarakat.
Selain memastikan ketersediaan hewan kurban, Pemkot Yogyakarta memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Salah satunya mengantisipasi penyakit antraks.
Wawali mengatakan, Balai Veteriner Wates menyatakan siap melakukan cek laboratorium.
“Ini dalam rangka memastikan semua hewan kurban di Kota Yogyakarta layak dipotong,” kata Wawali.
Kondisi Sehat
Wawali meminta masyarakat membeli sapi, kambing atau domba dengan kondisi yang sehat dan layak dijadikan hewan kurban.
Itulah sebabnya, Pemkot Yogyakarta akan mengawasi tempat penjualan hewan kurban. Sapi dan kambing yang masuk wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner.
Sementara pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan menyebar ratusan pengawas di lokasi penyembelihan sampai Hari Tasyrik. (*)











