Bantul, ZonaJogja.Com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi sistem coretax yang digagas Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu semasa menjabat wakil menteri keuangan.
“Sistem tersebut berjalan baik. Terima kasih ya Pak Anggito. Sekarang penerimaan pajak sudah sangat baik, dan meningkatkan transparansi serta kepatuhan wajib pajak,” puji Purbaya pada acara Business Talks JFF 2026 di JEC, hari ini (22/5/2026).
Acara yang dipandu Chairman CT Corp, Chairul Tanjung ini dihadiri Gubernur DIY, Sultan HB X; Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu; Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi; dan Chief Operating Officer (BPI) Danantara, Donny Oskaria.
Juga tampak Direktur Utama BRI, Hery Gunardi; Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu; dan Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo.
Rupiah Makin Kuat

Menanggapi nilai tukar rupiah terhadap dolar, Purbaya menyatakan optimistik rupiah akan menguat.
Bahkan, Purbaya berani menyebut angka. Ia optimistik, nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat pada Juni 2026.
Keyakinan tersebut didasarkan pada kepastian berlakunya peraturan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang sempat terhenti akibat lobi pebisnis.
Faktor pendukung lain adalah derasnya aliran dana masuk dari penerbitan obligasi global (global bond).
Dampak devisa hasil ekspor ke devisa negara semakin signifikan. Dan, dampaknya rupiah semakin kuat.
“Juni akan ada supply dolar signifikan. Rupiah menguat. Kalau saya bilang, pemain valas cepat-cepat jual. Kita dorong rupiah ke arah15 ribu rupiah,” katanya disambut tepuk tangan.
Sultan HB X Ajak Generasi Muda Bijak Gunakan Uang
Sementara Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan JFF 2026.
Sultan menyebut forum ini sebagai ruang untuk menata arah bersama agar kebijakan, budaya, ilmu, dan teknologi dapat bertemu.
Pertumbuhan ekonomi tidak tercerabut dari martabat manusia. Sultan mengajak masyarakat melihat literasi finansial dalam cakrawala yang lebih luas.
“Apa yang sedang kita bangun, bukan hanya program periodik. Kita sedang meletakkan fondasi bagi sesuatu yang lebih besar,” kata Sultan.
Mengajak masyarakat, terutama anak anak muda, lebih bijak menggunakan uang sebagai budaya baru Indonesia.
Bukan menciptakan gerakan moralisme yang menggurui, melainkan sebagai kesadaran kolektif.
“Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang cerdas mengelola sumber daya,” ujar Sultan. (*)











