Beranda » Hiburan » Puluhan Seniman Pameran di JNM Bloc, Temanya, 7 Dosa Besar Manusia

Puluhan Seniman Pameran di JNM Bloc, Temanya, 7 Dosa Besar Manusia

ZonaJogja.Com – Suka karya seni? Bakal ada pameran bertajuk “Di Luar Kulit Manusia”.

Sedangkan temanya  Tujuh Dosa Besar Manusia. Yakni, kesombongan,ketamakan, iri hati, kemarahan, hawa nafsu, kerakusan, dan kemalasan.

Tema ini membuka kemungkinan dan kesempatan para seniman  merespon tema  dari pengalaman setiap individu.

Pameran diselenggarakan Neo Sandya Art Event. Neo Sandya  adalah wadah bagi perupa yang disatukan dalam satu ruang kreatif.

Wadah ini membuka peluang bagi individu lintas disiplin untuk mengembangkan potensi bersama.

Pameran “Di Luar Kulit Manusia” merupakan event kedua Neo Sandya. Menampilkan  28 karya. Terdiri lukisan, patung, grafis, instalasi, dan  fotografi.

BERITA LAIN: Universitas Widya Mataram Buka Prodi Baru, Apa Saja?

Perupa merupakan karya Sararosa, Dyah Ayu Risti, Gandang Asadillah Mansur, Alain Jaka Tirta Kencana, Great Me, Gaga, Risky Budi, Dwi Pujiyantoro, Ucil Prasetyo, Zehan Andrean, Andrean Alex, Minji Sani, Farrel Agung Pratama.

Raskil, Farrel Aditya, Alifah Marsaa Fauziah, Tama, Arsyad Irya, Uzi, Nadilla Athaullah Putri, Didan Mevlana, dan  Parama Ahmad Parahita

Juga ada karya sejumlah seniman gaek, seperti Lulus Boli, Ambar Pranasmara, dan Husain.

“Semoga pameran ini mampu memberikan suguhan yang inspiratif, edukatif, rekreatif bagi publik luas. Memberi kesan mendalam bagi audiens,” kata Neo Sandya.

Dilaksanakan di JNM Bloc, 21 – 27  Oktober 2022. Pameran dibuka Hanung Bramantyo tanggal 21 Oktober pukul 16.00.

BERITA LAIN: Muchlas jadi Rektor UAD Lagi, Ini Target yang akan Diwujudkan hingga 2027

Pengisi acara Azza Koto, Genta dan Gita. Juga ada Workshop Cukil  tanggal 22 Oktober 2023 pukul 16.00.

Menghadirkan pemateri  Basuki dan Raskil. Tanggal 26 Oktober pukul 15.00 ada acara Fun Sketch.

Sementara Bermusik Ria  digelar 27 Oktober 2023 pukul 17.00 – 21.00. Menyuguhkan DJ  Ananta Ghasani, Siendikat Band, dan Belum Kepikiran.

Ada musikalisasi puisi oleh Genta, serta musik akustik Genta dan Bila. (*)

Penulis:

Hobinya menulis, mendaki dan jalan-jalan...

KOMENTAR (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

PILIHAN REDAKSI

Danais Dukung Jogja Book Fair 2026, Anak-Anak Muda Serbu Pameran Arsip Keistimewaan

  • 30 Agustus 2026 18:13 WIB

Puluhan program acara pendamping telah disiapkan selama penyelenggaraan kegiatan yang akan berakhir 8 September mendatang.

Tim Setmilpres ke Kulon Progo, Sambangi Museum Pawukon yang Diinisiasi GKR Bendara

  • 11 Oktober 2026 09:58 WIB

Kitab ini disimpan di Museum Pawukon di Sidorejo, Lendah. Museum ini sekaligus menjadi daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal.

Acaranya Keren, Desain yang Dipamerkan Bagus Bagus

  • 10 Oktober 2026 22:03 WIB

Jogja Fashion Rendezvous 2026 merupakan kolaborasi ASMAT PRO Group bersama Jogja City Mall.

Besok Gelaran WJNC di Jalan Malioboro, Jalan Ditutup Mulai Jam 13.00

  • 6 Oktober 2026 07:57 WIB

Parade diberangkatkan dari Gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Pecinta Alam Gelar Upacara di Monumen Rudal Merapi

  • 18 Agustus 2026 10:55 WIB

Saat terjadi erupsi Gunung Merapi tahun 2010, monumen rudal rusak. Tahun 2017, monumen kembali dibangun di Desa Kinahrejo.

Enam Senator Kunjungi Sekolah Rakyat di Kulon Progo, Pastikan Tepat Sasaran bagi Anak Anak dari Keluarga Miskin

  • 9 September 2026 08:47 WIB

Program untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan ini diselenggarakan dengan tiga aspek tujuan.

Sultan Nyatakan Jukir Tak Punya Hak Tentukan Tarif

  • 21 September 2026 20:44 WIB

GKR Condrokirono telah menjelaskan Bolosego  mengantongi izin berjualan di Alun-alun Selatan dari Keraton Yogyakarta.

Ratusan Orang Saksikan Memetri Kaistimewan di Tamanmartani, Warga 22 Padukuhan Gelar Kirab, Usung Lima Jodang

  • 1 September 2026 07:10 WIB

Pada tahun ini, Kalurahan Tamanmartani dipilih menjadi lokasi puncak Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang Undang Keistimewaan DIY yang mengusung tema “Mulyaning Manah, Mukti ing Burni, Wibawaning Jagad” .