Bantul, ZonaJogja.Com – Tak cukup jadi kawasan hijau, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) semakin mengokohkan diri sebagai kampus ramah lingkungan.
Apalagi pada Senin (27/4/2026) kemarin, kampus yang banyak diminati lulusan SMA ini resmi meluncurkan gerakan #uadminimplastik.
Gerakan ini merupakan langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi sampah plastik di lingkungan kampus.
Acara peluncuran berlangsung di Hall Kampus 4 UAD. Dihadiri Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT; Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD, Prof Dr Ir Zahrul Mufrodi ST MT IPM ASEAN Eng; dan Ketua Program WWF Indonesia, Ahmad Ahid Mudayana SKM MPH.
Launching gerakan #uadminimplastik ditandai penyerahan tumbler kepada perwakilan dekan dan mahasiswa. Dilanjutkan penekanan tombol sirine.
Jangan Hanya jadi Seremonial
Rektor UAD, Prof Dr Muchlas MT mengajak semua sivitas akademika membangun mental memilah dalam membuang sampah. Bersama mewujudkan lingkungan yang asri dari sisi mata, telinga, dan hati.
“Saya berharap gerakan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka. Namun menjadi budaya baru bagi seluruh sivitas akademika UAD agar lebih peduli terhadap penggunaan plastik sekali pakai,” kata Profesor Muchlas.
Muchlas optimitis UAD akan menjadi pionir kampus ramah lingkungan di Yogyakarta.
Ketua Program WWF Indonesia, Ahmad Ahid Mudayana dalam sambutannya menjabarkan “Zero Waste Campus: Penguatan Edukasi, Kebijakan, dan Fasilitas Pengurangan Sampah Plastik”.
Inisiatif tersebut telah diinisiasi tiga tahun lalu. Dilatarbelakangi kebijakan Pemda DIY mengenai penutupan TPA Piyungan.
“Ini merupakan satu dari program kerjasama antara UAD dengan WWF Indonesia. Harapannya, launching ini bisa memberi dampak nyata bagi pengelolaan sampah di kampus,” ujar Ahmad.
Limbah Plastik Turun 25 Persen
Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD, Prof Dr Ir Zahrul Mufrodi menyatakan universitas siap mendukung gerakan #uadminimplastik melalui penyediaan infrastruktur yang memadai untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Saat ini, limbah plastik kampus menurun hingga 25 persen. Zahrul mengajak seluruh sivitas akademika meminimalkan sampah, lal mengolah agar bermanfaat.
“Semoga ke depan, kita semua bisa mengurangi sampah plastiknya sehingga residu menjadi semakin berkurang,” pinta Profesor Zahrul.
Saat ini, kampus UAD terdapat unit pengolah sampah dengan metode pirolisis (pyrolysis).
UAD saat ini tidak hanya menimbun sampah. Tetapi, mengolah menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomis. (*)











