Kronika

Setelah Operasikan Rumah Sakit, UAD Bangun Apotek dan Klinik

79
×

Setelah Operasikan Rumah Sakit, UAD Bangun Apotek dan Klinik

Sebarkan artikel ini
BATU PERTAMA: Bisa memberi pelayanan kesehatan yang optimal, sekaligus menjadi unit usaha yang berkontribusi secara finansial bagi pengembangan institusi. (Humas UAD)

Bantul, ZonaJogja.Com – Setelah memiliki rumah sakit, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menambah usaha baru.

UAD membangun Gedung Klinik dan Apotek UAD. Lokasi pembangunan gedung berada di area barat kampus IV.

“Alhamdulillah. Harapannya, pembangunan segera selesai sesuai jadwal,” kata Rektor UAD, Prof Dr H Muchlas MT kepada wartawan di sela-sela buka bersama di Eastparc Hotel Yogyakarta (5/3/2026).

Nantinya, Klinik UAD akan dikelola langsung PT Adi Multi Husada. Perusahaan ini telah berpengalaman mengelola Rumah Sakit UAD di Maguwoharjo, Sleman.

Muchlas berharap klinik memberi pelayanan kesehatan yang optimal, sekaligus menjadi unit usaha yang berkontribusi secara finansial bagi pengembangan institusi.

Sekadar diketahui, pembangunan apotek dan klinik diawali peletakan batu pertama tanggal 20 Februari 2026.

Acara ini dihadiri Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UAD, Prof Dr H Irwan Akib MPd; dan Direktur Utama PT Adi Multi Sejahtera, Dr Riduwan SE MAg.

Biaya Pembangunan Rp 9 Miliar

Direktur Utama PT Adi Multi Sejahtera, Dr Riduwan SE MAg  mengungkapkan, pembangunan klinik dan apotek merupakan langkah strategis pengembangan layanan kesehatan UAD.

Biaya pembangunan dianggarkan Rp 9 miliar dengan estimasi waktu pengerjaan selama 10 bulan.

“Klinik akan memberi layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh mahasiswa,” kata Riduwan.

Ketua BPH UAD, Prof Dr H Irwan Akib MPd Irwan Akib mengungkapkan,  pembangunan klinik dan apotek tidak hanya berorientasi pada profit. Tetapi juga mengutamakan pelayanan prima.

Irwan berharap terjalin sinergi yang kuat antara pusat pendidikan kesehatan dan layanan kesehatan di UAD.

“Mengingat kampus ini memiliki Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat,” ujar Irwan. (*)