Yogyakarta, ZonaJogja.Com – Selama tahun 2025, Lazismu DIY menghimpun dana sebanyak Rp 64,2 miliar.
Dana yang bersumber dari berbagai elemen masyarakat itu didistribusikan untuk dimanfaatkan masyarakat.
“Terimakasih kepada masyarakat di wilayah DIY yang mempercayakan urusan zakat, infaq dan fidyah kepada Lazismu,” kata Wakil Ketua Bidang Fundraising dan Kerjasama Lazismu DIY, Purnomo ST MM pada acara Agenda Public Expose 2025 di Den Nany Resto (6/3/2026).
Purnomo menyebut Dana Penghimpunan Lazismu se-DIY tahun 2025 Rp 64,2 miliar.
Dari jumlah itu, sebagian dana dimanfaatkan untuk membiayai program pilar Lazismu sebanyak Rp 23,7 miliar.
Biayai Program Pilar
Rinciannya, Pilar Pendidikan Rp 6,04 miliar dengan penerima manfaat 5.853 orang/lembaga.
Pilar Kesehatan Rp 1,9 miliar dengan penerima manfaat 13.487 orang. Pilar Ekonomi Rp 861 juta, dengan jumlah penerima 1.987 orang.
Dana yang dimanfaatkan untuk Pilar Sosial Dakwah Rp 7, 3 miliar, dengan penerima mencapai 24.877 orang.
Pilar Kemanusiaan disalurkan dana Rp 4,1 miliar, dengan penerima sebanyak 6.895 orang.
Sedangkan Pilar Lingkungan sebanyak Rp 93 juta untuk membiayai 35 kegiatan.
“Alhamdulillah. Pada pemanfaatan dana yang dihimpun dari masyarakat, Lazismu DIY sejak tahun 2018 hingga 2024 mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Purnomo.
Transparan dan Akuntabel
Ke depan, Lazismu DIY terus berkomitmen mengelola dana dari masyarakat secara transparan dan akuntabel.
Dana dikelola dengan sistem pencatatan, audit berkala, dan efisiensi operasional untuk menjaga amanah dan kepercayaan.
Lazismu DIY juga menerapkan program Berbasis Dampak Jangka Panjang. Tidak hanya menyalurkan, tetapi mengukur peningkatan pendapatan, keberlanjutan pendidikan dan kemandirian mustahik.
Lazismu DIY juga adaptif dan kolaboratif dalam mengelola dana dari masyarakat.
Komitmen tersebut diimplementasikan antara lain dalam penguatan sistem digital, peningkatan kapasitas amil, dan sinergi dengan mitra untuk memastikan keberlanjutan lembaga. (*)











