Kampus

Konsep Wellness School Diluncurkan di AYWS, Pendidikan Tak Lagi Sekadar Akademik

108
×

Konsep Wellness School Diluncurkan di AYWS, Pendidikan Tak Lagi Sekadar Akademik

Sebarkan artikel ini
HISTORI: Hafidz Asram menyerahkan buku profil kepada Prof Wiendu Nuryanti pada acara Silaturahmi Jamiyah dan Yayasan Asram (Sijaya) di di Eco Hall Training Center Asram Edupark.(istimewa)

Sleman, ZonaJogja.Com – Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) meluncurkan konsep Wellness School dalam Stadium General bertajuk “Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia”.

Konsep tersebut dipaparkan langsung oleh akademisi Universitas Gadjah Mada, Prof Ir Wiendu Nuryanti MArch PhD.

Profesor  Wiendu mengatakan, pendidikan masa depan harus kembali pada misi utamanya yaitu memanusiakan manusia secara utuh.Wellness bukan hanya tentang sehat secara fisik, tetapi tentang keseimbangan hidup.

“Tubuh, pikiran, emosi, spiritual, relasi sosial, hingga hubungan dengan lingkungan harus tumbuh selaras,” ujar Prof Wiendu pada acara Silaturahmi Jamiyah dan Yayasan Asram (Sijaya) di di Eco Hall Training Center Asram Edupark (3/2/2026).

Hadir para pengurus Jamiyah dari semua kampus AYWS kampus Sleman 1, Sleman 2, kampus Bantu, dan Wonosari. Juga hadir wakil kepala bidang Yayasan Asram/Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS).

Kata Profesor  Wiendu, dunia kini bergerak menuju Society 5.0. Yakni,  teknologi yang seharusnya melayani kemanusiaan, bukan sebaliknya. Dalam konteks ini, Wellness School menjadi relevan, karena menyiapkan peserta didik bukan hanya siap bekerja, tetapi juga siap hidup secara bermakna.

Pendidikan yang Menyentuh Dimensi Kemanusiaan

Wellness School berangkat dari kesadaran tentang krisis terbesar manusia modern bukan krisis ekonomi, melainkan krisis keseimbangan hidup. Pendidikan yang terlalu menekankan capaian kognitif berisiko mengabaikan kesehatan mental, karakter, dan tujuan hidup peserta didik.

Wellness School adalah ekosistem belajar yang mengintegrasikan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, keberlanjutan lingkungan, serta desain yang berpusat pada manusia.

Tujuannya tidak hanya melahirkan individu cerdas, tetapi juga pribadi dengan gaya hidup sehat, ketahanan emosional, harmoni sosial, dan kesadaran ekologis.

“Intinya sederhana, learning how to live well, not just how to work,” ujarnya.

Jembatan Pendidikan dan Pariwisata Wellness

RELEVAN: Wellness School menjadi relevan, karena menyiapkan peserta didik bukan hanya siap bekerja, tetapi juga siap hidup secara bermakna. (istimewa)

Konsep Wellness School yang diusung AYWS juga diletakkan dalam perspektif yang lebih luas. Yakni, keterkaitan dengan pariwisata wellness.

Pendidikan dan pariwisata diposisikan sebagai jembatan strategis untuk mengintegrasikan wellness dengan pertanian lokal, budaya, serta pengetahuan tradisional.

Aktivitas wellness tourism dirancang sebagai pengalaman menyeluruh yang memuat partisipatif, edukatif, dan reflektif. Wisatawan tidak sekadar menikmati, namun terlibat langsung dengan alam dan budaya lokal, belajar kearifan setempat, serta menemukan ketenangan batin.

Aktivitas seperti minum jamu tradisional, workshop herbal, spa tradisional, yoga dan meditasi alam, hingga praktik permakultur dipandang sejalan dengan nilai-nilai wellness yang juga relevan untuk dunia pendidikan.

Belajar dari Praktik Global dan Lokal

Profesor Wiendu juga menungkapkan sejumlah praktik dari berbagai belahan dunia. Mulai Canyon Ranch sebagai pelopor wellness retreat global, Glen Dye di Skotlandia yang mengedepankan kedekatan dengan alam, hingga Astungkara Way di Bali yang mengusung jalur regeneratif berbasis komunitas dan tradisi lokal.

“Indonesia memiliki kekayaan luar biasa untuk pengembangan wellness-based education,” kata  Wiendu, mantan wakil menteri Kebudayaan.

Nilai gotong royong, desain tropis pasif, pengetahuan pengobatan tradisional, serta filosofi harmoni manusia, alam dan Tuhan menjadi modal besar yang jarang dimiliki negara lain.

Arsitektur Sekolah sebagai Ruang Penyembuhan

Dalam konsep Wellness School, arsitektur dan perencanaan ruang juga memegang peran penting. Sekolah tidak lagi sekadar bangunan, melainkan living laboratory yang mendidik melalui pengalaman.

Pencahayaan alami, ventilasi silang, ruang belajar fleksibel, taman pangan, taman penyembuhan, hingga koridor terbuka dirancang untuk menumbuhkan rasa nyaman dan memiliki.

“Ruang belajar harus memberi rasa aman, tenang, dan menguatkan ikatan sosial,” ujar Profesor Wiendu.

Menuju Generasi Emas yang Seimbang

HIDUP SEHAT: Tujuannya tidak hanya melahirkan individu cerdas, tetapi juga pribadi dengan gaya hidup sehat, ketahanan emosional, harmoni sosial, dan kesadaran ekologis. (istimewa)

Peluncuran Wellness School AYWS menjadi penanda pergeseran paradigma pendidikan: dari orientasi hasil menuju proses kehidupan yang utuh.

Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai mesin produksi tenaga kerja, melainkan ruang pembentukan manusia yang berdaya, berkesadaran, dan berkontribusi.

Dengan pendekatan wellness, AYWS menegaskan komitmen ikut menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Bukan hanya unggul secara intelektual, tetapi juga sehat jiwanya, kuat karakternya, dan selaras dengan alam serta nilai-nilai kemanusiaan.

Hutankan Asram Edupark

Sebelumnya, para jamiyah bersama Hafidh Asrom dan Eni Yustini Hafih Asrom melukan penanaman pohon bersama dan menyalurkan sedekah untuk anak kaum dhuafa dan yatim di lokasi masih di Kawasan Asram Edupark.

Hafidh Asrom menjelaskan mengenai berbagai failitas yang ada di Asram Edupark yang siap melaksanakan program Wellness School. (*)