Sleman, ZonaJogja.Com – Tim putri Soegijapranata Catholic University (SCU) dan tim putra Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menjuarai kompetisi Basketball Campus League Season 1 Regional Yogyakarta.
Pada laga final di GOR Ki Bagoes Hadikusumo UII, 7 Mei 2026, tim putri SCU dan UKSW tampil prima.
Di awal permainan, SCU terlebih dulu mengumpulkan angka meninggalkan UKSW.
Serangan squad SCU membuat UKSW kewalahan. Performa Pegi Maulani, Erinindita Prias dan Angela Mareta membuat SCU di atas angin hingga peluit mengakhiri pertandingan.
SCU menjadi juara setelah mengalahkan UKSW dengan skor tipis, 63-61. Sedangkan pada laga final putra, tim UKSW dan USM sama-sama tampil agresif. Saling menyerang.
Setelah beradu strategi 4 putaran selama 40 menit, USM harus menerima kekalahan di penghujung waktu.
Samuel Kafiar dan Brooklyn Rafael Tristan menjadi motor kemenangan UKSW. Keduanya sama-sama mencetak 13 poin. Tim UKSW memenangkan pertandingan dengan skor 60-54.
Hasil akhir final mengantarkan UKSW dan SCU menjadi wakil regional Yogyakarta – Jawa Tengah pada ajang The National Basketball Campus League Season 1 yang digelar 6-12 Juni 2026.
Campus League 2026 – Basketball Regional Jogja Season 1 yang berlangsung 30 April hingga 7 Mei 2026 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII telah berakhir.
Lahirkan Kolaborasi Besar

Tak hanya mencetak pemain-pemain basket andal, event yang didukung Polytron dan Bayan Peduli ini juga melahirkan kolaborasi besar membangun ekosistem olahraga mahasiswa yang profesional dan berkelanjutan.
Campus League bersama UII menandatangani naskah kerjasama yang dilakukan usai penyerahan hadiah bagi pemenang.
CEO Campus League, Ryan Gozali; dan Rektor UII, Prof Dr Fathul Wahid ST MSc berkomitmen membangun pembinaan olahraga kampus berbasis karakter, sportivitas, dan akademik.
Ryan mengatakan wujud kerjasama akan dimulai pembentukan tim olahraga resmi UII yang akan berkompetisi di Campus League.
Bahkan, Campus League berencana membangun stadion berstandar kompetisi mahasiswa. Stadion ini dapat digunakan untuk berbagai cabang olahraga.
“Nantinya, kompetisi akan berubah menjadi home and away. Kampus akan memiliki home ground sendiri sehingga atmosfer supporter dan identitas kampus menjadi lebih kuat,” kata Ryan.
Jaga Keseimbangan Akademik dan Olahraga
Selain itu, sistem roundrobin akan diterapkan dalam empat tahun mendatang.
Sistem ini dinilai tepat karena memberi waktu pemulihan, evaluasi, dan latihan bagi atlet mahasiswa dibanding format seri yang berlangsung padat dalam 7-10 hari.
Ryan menganggap pendekatan tersebut untuk menjaga mahasiswa menjaga keseimbangan akademik dan olahraga.
“Mahasiswa tidak harus mengorbankan kuliah untuk olahraga profesional,” katanya.
Bahkan, Ryan mengisyaratkan regional Yogyakarta mulai musim depan akan dipisahkan dari Semarang, supaya banyak kampus memiliki kesempatan berkembang dan bersaing.
Rektor UII, Prof Fathul Wahid mengungkapkan olahraga kampus bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana membentuk karakter mahasiswa. (*)











