Sport

Yogyakarta Miliki Fondasi Kuat Kembangkan Sepak Bola Putri Usia Dini

138
×

Yogyakarta Miliki Fondasi Kuat Kembangkan Sepak Bola Putri Usia Dini

Sebarkan artikel ini

Ketua PSSI Provinsi DIY Apresiasi Penyelenggaraan MLSC

SALING MENGUATKAN: Deputi Sekjen PSSI yang juga Ketua PSSI Provinsi DIY, Dessy Arfianto dan Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna. (azam/zonajogja.com)

Sleman, ZonaJogja.Com – Deputi Sekjen PSSI yang juga Ketua PSSI Provinsi DIY, Dessy Arfianto menyambut positif pembinaan sepak bola putri usia dini.

Dessy mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MLSC di Yogyakarta yang memantik sehingga semakin banyak pelajar putri di DIY semakin tertarik menyukai bermain sepak bola.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya event ini. Terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang secara reguler menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta,” kata Dessy.

Ia berkomitmen terus memberi dukungan dalam pengembangan talenta-talenta sepak bola putri. Turnamen MLSC merupakan kegiatan positif untuk pembinaan sepak bola putri di Yogyakarta.

PSSI Pusat dan PSSI Yogyakarta menangkap turnaman sepak bola putri  sebagai ajang pembinaan sepak bola usia dini.

“Tidak mudah mengajak dan menggalang para siswi  mau bermain sepak bola. Namun kami sangat terbantu dengan event MilkLife Soccer Challenge. Kami berharap Yogyakarta tetap menjadi salah satu tuan rumah di seri-seri selanjutnya,” ujar Dessy.

Pemain Terpilih akan Diakurasi

CURI PERHATIAN: Pemain dari SDN Nglarang, Danisa Anindya Nuha Zahira mencuri perhatian karena konsistensi permainan, keberanian mengambil inisiatif, serta kecerdasan membaca situasi di lapangan. Ia juga meraih predikat Top Scorer dengan  34 gol.  (istimewa)

Setelah turnamen ini, tim talent scouting akan mengkurasi para pemain terpilih untuk menjalani MilkLife Extra Training.

Asisten Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Andri Ramawi Putra mengatakan, kurasi  sebagai persiapan menuju pembentukan tim All-Stars Yogyakarta.

“Gelaran MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026 di Yogyakarta menjadi etalase lahirnya sejumlah talenta muda dengan kualitas menjanjikan,” kata Andri.

Nama-nama seperti Nadia Shakila Azzahra, Shima Putri Larasati, hingga Danisa Anindya Nuha Zahira mencuri perhatian karena konsistensi permainan, keberanian mengambil inisiatif, serta kecerdasan membaca situasi di lapangan.

Kehadiran mereka mempertegas Yogyakarta memiliki fondasi kuat dalam pengembangan sepak bola putri usia dini.

Andri melihat Yogyakarta memiliki keuntungan banyak waktu  untuk  membentuk tim sebelum digelarnya MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Juni 2026.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna mengungkapkan, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026 merupakan bentuk komitmen terhadap keberlanjutan pengembangan sepak bola putri di Indonesia.

Meningkat, Kualitas Pemain dari Yogyakarta

TOP SCORER: Nadia Shakila Azzahra dari SD Muhammadiyah Karangploso (kaos ungu) yang memborong 50 gol pada turnamen MLSC seri 2 tahun 2026. (istimewa)

Mendukung kelancaran pelaksanaan MLSC, Bakti Olahraga Djarum Foundation  menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

“Langkah ini memudahkan koordinasi apabila diperlukan penyesuaian teknis, seperti perubahan jadwal, sehingga kegiatan tetap dapat berjalan optimal meski berdekatan dengan ujian nasional dan bulan ramadhan, terutama di wilayah Yogyakarta,” bebernya.

Chandra juga menyinggung peningkatan kualitas individu maupun permainan tim yang ditunjukkan pemain dari Daerah Istimewa  Yogyakarta.

“Fakta ini tentu akan membuat persaingan di All-Stars nanti semakin menarik dan kompetitif,” ujar Chandra. (*)