Sleman, ZonaJogja.Com – MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 yang digelar di Stadion Tridadi Sleman, 27 Januari hingga 1 Februari 2026 menjadi momentum mencari 16 pemain terbaik.
Mereka yang terpilih akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada All Star Seri Nasional yang diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, Juni mendatang.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari, mengatakan, seleksi dilakukan secara ketat.
Sebanyak 25 pemain sepak bola putri akan disertakan dalam program ekstra training. Selajutnya, tim pelatih akan menyisakan 16 dari 25 pemain yang mengikuti seleksi.
“Seleksi dilakukan bertahap. Dari 25 pemain yang ada sekarang, akan disaring lagi menjadi 16 pemain yang paling siap,” kata Tri Wulandari kepada pers di Stadion Tridadi, hari ini (31/1/2026).
Enam belas pemain terpilih ini merupakan anak-anak berbakat pada kelompok umur 12 tahun.
Namun, peluang tetap terbuka bagi pemain kelompok umur (KU)10 yang menunjukkan potensi dan skill yang luar biasa.
Sekitar 20 – 30 Persen Pemain KU10 Bisa Masuk Tim
Tri Wulandari menyebut, sekitar 20 hingga 30 persen dari pemain kelompok umur 10 bisa saja masuk tim.
Alasannya, mereka juga merupakan bagian generasi penerus pada sepak bola putri.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 yang juga digelar di Lapangan Bola Sidomoyo, Sleman diikuti 15 tim baru.
“Penambahan ini tentu saja membuka peluang munculnya pemain-pemain baru yang memiliki talenta,” ujar Tri Wulandari.
Salah satu tim yang mencuri perhatian tim pelatih MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta adalah squad SD Nglarang yang masuk kategori KU10.
Tim SD Nglarang memiliki pemain yang menonjol daru segi permainan maupun postur.
Muncul Pemain Pemain Andalan
Sekadar diketahui, squad SD Ngalarang lolos 16 besar. Tri Wulandari memprediksi tim ini berpeluang berlaga di semifinal.
Bahkan, sangat mungkin ada pemain yang menyandang predikat sebagai pemain terbaik.
Sementara pada KU12, juga terdapat pemain-pemain andalan dari SD Karangploso, SD Ungaran, SD Muhammadiyah Sapen dan SD Tarakanita Bumijo.
“Mereka juga berpontensi sebagai kandidat kuat pemain terbaik,” kata Tri.
Turnamen kali ini juga menumbangkan sejumlah tim unggulan. Yakni, SD Imogiri dan SD Wonoharjo.
Keduanya yang masuk finalis pada kompetisi tahun 2025, pada laga kali ini tersingkir.
Tim yang bertahan adalah SD Karangploso. Sedangkan tim yang berpeluang menjadi juara baru adalah SD Denggung dan MIN 2 Sleman.
“Kita tunggu bagaimana cerita akhir,” ujar Tri. (*)











