oleh

Walikota Haryadi Suyuti akan Menambah Kawasan Wajib Vaksin

YOGYAKARTA – Ini pengumuman bagi siapa saja. Stasiun Yogyakarta dan kawasan Malioboro kini dinyatakan sebagai kawasan wajib pakai masker dan wajib vaksin.

Acara pencanangan dilakukan Walikota Haryadi Suyuti, pagi tadi. (11/8/2021). Juga dihadiri Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro; dan Eksekutive Vice Presiden PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Asdo Artiviyanto.

Walikota mengatakan pencanangan  untuk menumbuhkan herd imunity bagi masyarakat. Dua lokasi ini  menjadi  tempat  banyak orang.

“Pencanangan akan kami lanjutkan tempat  lain. Seperti perbatasan kota, tempat keramaian, dan tempat kegiatan masyarakat,” kata Walikota.

Hanya Walikota tidak menyebutkan tempat lain yang akan diberlakukan sebagai kawasan wajib pakai masker dan wajib vaksin.

BACA JUGA: Lomba Bikin Vlog bagi Pelajar, Total Hadiah Rp 9,5 Juta

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyebutkan  hingga  4 Agustus 2021, 135.396 orang, warga Kota Yogyakarta telah melaksanakan vaksin dosis pertama.

Eksekutif Vice Presiden PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Asdo Artriviyanto mendukung  program Jogja Merdeka Vaksin .

Vaksinasi di stasiun Yogyakarta dimulai 3 Juli 2021. Sampai 10 Agustus tercatat sebanyak 3.820 orang mengikuti vaksinasi.

Vaksin diperuntukkan bagi calon penumpang, pekerja KAI dan keluarga pekerja KAI.

BACA JUGA: Afnan Hadikusumo, Kader Tulen Muhammadiyah yang Bersahaja dan Inspiratif

Asdo menambahkan,  persyaratan  menumpang kereta api jarak jauh menunjukkan kartu vaksin, menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang berlaku 1×24 jam atau PCR berlaku 2×24 jam.

Calon penumpang juga dalam kondisi sehat, tidak sedang sakit flu, diare, batuk, suhu di bawah 37,3 derajat celcius.

Penumpang yang belum divaksin dengan alasan medis dapat menumpang kereta api jarak jauh. Syaratnya menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis, disertai surat negatif RT-PCR atau rapid test antigen yang masih berlaku.

“Penumpang berusia di bawah 18 tahun tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Sedangkan dibawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan PCR atau rapid test antigen,” kata Asdo. (aza/asa)