oleh

Gunakan Sensor, Robot Ini Bisa Ukur Kemiringan Permukaaan Lantai

SLEMAN – Tim mahasiswa Sekolah Vokasi UGM menciptakan robot pintar.

Robot ini bisa memindai dan mengukur kemiringan permukaan lantai menggunakan teknologi sensor inersia dan mechanum-driven wheel yang mampu bergerak secara 3-Degree of Freedom.

Robot bernama Smart Leveling ini merupakan produk unggulan Sekolah Vokasi UGM.  Biaya produksi robot  sekitar Rp 9 juta.

Robot ini diharapkan menjawab tantangan sektor pembangunan infrastruktur dan dunia teknik sipil yang dipadukan dengan orientasi robotika dan IoT.

“Dalam dunia konstruksi, manajemen waktu proyek adalah penting. Potensi pemborosan dan kegagalan proyek semakin besar jika tidak dilakukan manajemen waktu,” kata Naufal, salah satu tim seperti dilansir ugm.ac.id.

BACA JUGA: AMSI-Google News Initiative Selenggarakan Training Literasi Berita bagi Publik di 10 Wilayah

Selain Naufal, pembuatan robot didukung Aditya Putra Yudhananta (Prodi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol), Catur Wardana (Prodi Teknologi Rekayasa Mesin), Ciptaningtyas Vindy Prabawati  (Prodi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil), dan Aisyah Adiningsih dari Prodi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil.

Robit Smart Leveling  bergerak secara 3-Degree of Freedom. Mampu melakukan gerak translasi maju-mundur, geser kanan dan kiri, serta bergerak secara diagonal.

Manuver ini memungkinkan robot bergerak bebas mendeteksi kemiringan permukaan jalan, lantai, dan bangunan lain.

Perancangan robot dibagi menjadi tiga bagian. Yakni mekanis, elektronis dan perancangan perangkat lunak.

BACA JUGA: Panorama Indah Pantai Pangasan yang Bikin Betah Wisatawan

Proses desain mekanis menggunakan aplikasi solidworks yang diikuti perancangan desain elektronis dengan software proteus dan fusion 360.

Pemrograman menggunakan arduino IDE. Sedangkan perakitan dilakukan dengan pemasangan rangka utama, dan instalasi roda mechanum pada robot.

Dilanjutkan instalasi komponen elektronik dan mikrokontroler sebagai chip kendali. Chip ini diprogram dan dikendalikan lewat remote control dengan bantuan sinyal transmisi yang ditangkap receiver. (aza/asa)