MASIH ingat nama H Afnan Hadikusumo? Anggota DPD RI tiga periode yang tak beruntung saat bertarung di pilkada Kota Yogyakarta ini, masih seperti dulu.
Afnan tetap saja sibuk mengikuti kegiatan. Mulai mengurusi Tapak Suci Putera Muhammadiyah, menjadi pemateri hingga mengikuti berbagai forum diskusi.
“Hidup terus bergerak. Hidup harus memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi kehidupan,” ujar Afnan berfilosofi.
Kekalahan pada pilkada 2024 tidak membuat Afnan menjadi nglokro. Suami Retno Dyah Astuti ini dapat menerima kekalahan berpolitik dengan rasa legowo.
Afnan juga tak ingin berlama-lama terus terbawa suasana pilkada. Hingga babak baru pun dimulai.
Cucu Ki Bagoes Hadikusumo ini diminta menjadi dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Muhammadiyah.
Menambah keilmuan, Afnan pun melanjutkan kuliah program magister. Ia memilih Program Magister (S2) Ketahanan Nasional di UGM.
Kampusnya di Gedung PAU-Pascasarjana UGM, Jl Teknika Utara Pogung, Sleman.
Ia mengikuti kuliah tiga hingga empat kali dalam seminggu.
“Saya ingin mengetahui lebih dalam tentang isu-isu ketahanan nasional,” kata Afnan.
Afnan mengaku tidak ingin muluk-muluk mempercepat kuliah. Targetnya selesai dalam kurun waktu satu setengah tahun.
Apakah masih berminat berpolitik? Didosori pertanyaan itu, kader Muhammadiyah yang tinggal di Jalan Bhayangkara ini tersenyum.
“Pengurus sejumlah partai besar menawari saya agar mau maju lagi pada pilkada mendatang,” ujarnya.
Namun, Afnan tak ingin memperpanjang diskusi perihal pilkada. Saat ini, ia hanya ingin fokus menyelesaikan kuliah, dan menggarap program-program Tapak Suci Putera Muhammadiyah. (*)











