Yogyakarta, ZonaJogja.Com – GBPH Yudhaningrat dan Aryo Winoto. Dua pria ini telah lama menjalin persahabatan.
Mereka bersahabat bukan hanya dalam hitungan tahunan. Keduanya menjadi karib sejak puluhan tahun lalu.
Salah satu momen yang tak akan terlupakan ketika Aryo Winoto all out mendukung Gusti Yudhaningrat maju sebagai calon bupati pada Pilkada Bantul 2005.
Gusti Yudhaningrat berpasangan dengan KH Aziz sebagai calon wakil bupati.
Waktu itu, Aryo selalu mendampingi sahabatnya, Yudhaningrat. Tapi, pasangan yang dicalonkan koalisi Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Keadilan Sejahtera ini kurang beruntung.
BERITA LAIN: Realisasi PBJ di SPSE Kota Yogyakarta Melalui E-Purchasing Tembus Rp 210 Miliar
Mereka kalah melawan pesaingnya, Idham Samawi dan Sumarno.
Meski gagal menghantar sahabtnya menjadi orang pertama di Bantul, hubungan Aryo dengan Gusti Yudhaningrat tetap berlangsung.
Keduanya sering bertemu.Tapi, tidak lagi bicara soal politik praktis. Tapi, sekadar bersama-sama menikmati makan siang atau malan malam.
Tak hanya bertemu di tempat kulineran, Gusti Yudhaningrat dan Aryo juga bertemu di kandang kuda. Maklumah, dua laki-laki ini sama-sama menyukai kuda.
BERITA LAIN: Undang TAPD, Badan Anggaran DPRD Kota Yogyakarta Bahas Anggaran 2026
Gusti Yudhaningrat, kerabat Kraton Yogyakarta ini pernah menjadi ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Fordasi) DIY.
Sedangkan Aryo, anak sulung Notosuwito ini juga aktif dalam berbagai event balapan kuda.
Jadi, tak mengherankan bila keduanya sering dijumpai pada event balapan kuda yang diselenggarakan di DIY dan Jawa Tengah.
Tak hanya soal kuda, Gusti Yudhaningrat dan Aryo Winoto juga sama-sama menyukai keris. Yakni, benda yang memiliki keindahan bentuk, nilai seni, menyimpan makna filosofis, dan sejarah.
BERITA LAIN: Anggarkan Rp 21 M, Pemkot Yogyakarta Buka Usulan Penerima Jaminan Pendidikan Daerah, Ini Syaratnya
“Kalau soal kuda, sama-samalah ilmunya. Tapi, kalau soal keris, Gusti Yudhaningrat suhunya. Saya berguru kepada beliau,” ujar Aryo saat makan siang di salah satu tempat kuliner di Tegalrejo.
Mendengar penuturan Aryo, Gusti Yudhaningrat yang duduk di sebelah tertawa lepas.
“Kulo manut mawon,” ujar Gusti Yudhaningrat sembari mengambil rokok kesukaan di meja.
Persahabatan Gusti Yudhaningrat dan Aryo Winoto seperti ”besti”. Tidak pernah konflik. Tidak pernah bermusuhan. Tidak pernah ada masalah.
Keduanya bertemu hanya untuk merawat persahabatan. (*)










